Veda Ega Pratama kini jadi pembalap Indonesia dengan poin tertinggi di Mandalika setelah finis keenam Moto3 2026. Hasil itu sekaligus mengakhiri paceklik empat seri tanpa finis 10 besar.
Mandalika kembali jadi saksi penampilan apik pembalap muda Indonesia. Kali ini giliran Veda Ega Pratama yang mencuri perhatian lewat finis keenam, Minggu (11/10).
Start dari posisi ketujuh, Veda sempat tampil garang dengan naik satu peringkat saat finis. Sepuluh poin pun berhasil ia kantongi dari hasil tersebut.
Lampaui Rekor Mario Aji di Mandalika
Capaian itu membuat Veda Ega tercatat sebagai pembalap tuan rumah dengan poin tertinggi sepanjang sejarah balapan di Sirkuit Mandalika. Ajang ini sendiri sudah digelar sejak 2022.
Sebelum Veda, dua nama lain sudah lebih dulu turun di lintasan sepanjang 4,301 kilometer tersebut. Mario Aji tercatat sebagai pembalap Indonesia pertama yang tampil di Mandalika pada 2022, dengan finis ke-14 dan meraih dua poin.
Setahun berselang, giliran Fadillah Arbi Aditama ikut turun bersama Mario di kelas Moto3. Keduanya gagal menambah poin, dengan Arbi finis ke-17 dan Mario di urutan ke-25.
Pola serupa terulang pada 2024 dan 2025. Baik Mario maupun Arbi selalu menuntaskan balapan di luar zona poin pada dua musim tersebut.
Rekor dua poin milik Mario pun akhirnya terlampaui jauh oleh raihan 10 poin Veda Ega di Mandalika musim ini.
Mengakhiri Paceklik Empat Seri
Selain soal rekor poin, finis keenam ini juga punya makna tersendiri bagi Veda. Hasil itu menandai kembalinya ia ke posisi 10 besar setelah absen dalam empat seri beruntun.
Di Sirkuit Pertamina Mandalika, Veda sempat bersaing ketat di barisan depan. Bahkan sempat sesaat ia menempati posisi kedua sebelum akhirnya turun ke urutan keenam.
Sebelumnya, usai finis kesembilan di Inggris, performa Veda sempat menurun. Ia finis ke-20 di Aragon, dilanjutkan posisi ke-18 di San Marino.
Tren itu berlanjut di Austria dengan finis ke-13, lalu sedikit membaik menjadi urutan ke-11 di Jepang. Namun posisi 10 besar baru kembali diraih Veda di seri kandang Mandalika.
Modal Menuju Lima Balapan Tersisa
Penampilan impresif di Mandalika berpotensi jadi titik balik bagi Veda Ega. Musim ini masih menyisakan lima seri, dimulai dari Australia, Malaysia, dan Qatar secara beruntun.
Setelah tiga seri Asia-Pasifik itu, kalender kembali bergeser ke Eropa lewat Portugal dan ditutup di Valencia. Catatan terbaik Veda musim ini adalah dua kali finis ketiga, yakni di Brasil dan Prancis.
Dengan rekor baru sebagai pembalap RI berpoin tertinggi di Mandalika, tekanan sekaligus motivasi kini melekat pada Veda. Lima balapan tersisa jadi ajang pembuktian lanjutan.