Guru Madrasah Tertinggal, FGSNI Soroti Disparitas Negara
CakrawalaWorld.net – Forum Sertifikasi Guru Nasional Indonesia (Forum Sertifikasi Guru Nasional Indonesia/FGSNI) menyoroti disparitas kebijakan negara yang dinilai membuat guru madrasah tertinggal dalam sistem pendidikan nasional. Ketimpangan itu terjadi antara guru di bawah Kementerian Agama dan guru sekolah umum di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Ketua Umum DPP FGSNI Agus Mukhtar mengatakan perbedaan perlakuan terlihat jelas dalam distribusi program pendidikan strategis. Madrasah, menurut dia, kerap tidak masuk dalam prioritas kebijakan.
“Program pembagian TV dan laptop hanya menyasar sekolah di bawah Kemendikdasmen. Madrasah di bawah Kemenag tidak mendapatkannya,” ujar Agus, Jumat (26/12/2025).
FGSNI menilai kondisi tersebut menciptakan kesenjangan baru dalam dunia pendidikan. Guru menjalankan tugas yang sama, namun memperoleh dukungan negara yang berbeda. Situasi ini, jika dibiarkan, dinilai berpotensi menurunkan motivasi dan kualitas pembelajaran.
Isu ketimpangan ini dibahas dalam rapat kerja Komisi X DPR RI pada Senin (22/12/2025). DPR menilai disparitas anggaran pendidikan memerlukan solusi kebijakan yang lebih terintegrasi.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijayati menegaskan bahwa pendidikan nasional seharusnya tidak dibedakan berdasarkan kewenangan kementerian. “Mestinya semuanya mendapatkan perhatian dan perlakuan yang sama,” ujarnya.
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menambahkan, sentralisasi anggaran pendidikan dapat menjadi instrumen untuk menutup kesenjangan tersebut. “Mulai PAUD hingga SMA, termasuk madrasah, harus ditarik menjadi urusan pusat,” tegasnya.
FGSNI berharap langkah kebijakan konkret segera diambil agar kesenjangan tidak semakin melebar.***










