UB Soroti Tanda Mahasiswa Butuh Bantuan Profesional Kesehatan Mental
Cakrawala World – Universitas Brawijaya menyoroti pentingnya mengenali tanda mahasiswa membutuhkan bantuan profesional dalam kesehatan mental sebagai bagian dari upaya pencegahan masalah psikologis yang lebih serius.
Melalui pelatihan Peer Counselor, tim Layanan Konseling UB menjelaskan bahwa tidak semua masalah dapat diselesaikan sendiri atau melalui dukungan teman sebaya.
Dian Sudiono menegaskan bahwa ada kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan profesional agar tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih berat.
“Kalau masalah sudah mengganggu hidup dan terlalu berat, maka silakan dirujuk ke profesional,” ujarnya.
Yang jadi sorotan, banyak mahasiswa belum menyadari batas antara masalah ringan dan kondisi yang memerlukan intervensi ahli.
Tanda Awal yang Perlu Diwaspadai
Dalam praktiknya, terdapat beberapa indikator yang dapat menjadi tanda seseorang membutuhkan bantuan profesional. Salah satunya adalah durasi masalah yang berlangsung lebih dari dua minggu.
Selain itu, gangguan yang mulai memengaruhi aktivitas harian juga menjadi sinyal penting. Misalnya, kesulitan menjalankan rutinitas atau menurunnya kemampuan konsentrasi.
Yang kerap luput diperhatikan, kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai juga termasuk tanda awal yang perlu diwaspadai.
Kondisi ini menunjukkan adanya perubahan emosional yang signifikan dan berpotensi berkembang lebih lanjut.
Perilaku Berisiko Jadi Sinyal Kritis
Pada tingkat yang lebih serius, munculnya perilaku menyakiti diri atau pikiran untuk mengakhiri hidup menjadi indikator yang tidak bisa diabaikan.
Dalam konteks tersebut, intervensi profesional menjadi langkah penting untuk mencegah risiko yang lebih besar.
Dian menekankan bahwa peran peer counselor adalah sebagai jembatan awal, bukan pengganti tenaga profesional.
Artinya, mahasiswa perlu diarahkan untuk mendapatkan bantuan yang sesuai ketika kondisi sudah melewati batas kemampuan penanganan teman sebaya.
Akses Layanan Konseling di Lingkungan Kampus
Sebagai bentuk dukungan, Universitas Brawijaya menyediakan Layanan Konseling Mahasiswa yang dapat diakses secara gratis. Layanan ini menjadi ruang aman bagi mahasiswa untuk berkonsultasi.
Di sisi lain, pelatihan Peer Counselor juga bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengenali dan merespons kondisi psikologis di sekitarnya.
Salah satu peserta, Cahyaningtiyas Putri Adventina, mengaku mendapatkan pemahaman baru melalui kegiatan tersebut.
“Kami belajar memahami kondisi seseorang dan bagaimana merespons mereka dengan tepat,” ujarnya.
Yang patut dicatat, kesadaran terhadap kesehatan mental menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih suportif.
Dalam sudut pandang ini, akses layanan dan edukasi berjalan beriringan untuk membantu mahasiswa menghadapi tekanan akademik maupun personal.










