Hiburan

Review Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, Skor Kritikus 6,5

Kuasa Gelap: Perjanjian Darah
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah

Film horor Kuasa Gelap: Perjanjian Darah resmi tayang di bioskop Indonesia sejak 8 Oktober 2026. Sekuel ini membawa format IMAX premium dan kisah eksorsisme yang lebih personal bagi Romo Rendra.

Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menjadi kelanjutan dari film Kuasa Gelap yang sukses pada 2024. Lukman Sardi dan Jerome Kurnia kembali memerankan dua romo eksorsis andalan penonton.

Proses syuting film ini berlangsung sejak April 2026 di berbagai lokasi. Sutradara Rizal Mantovani menggantikan posisi Bobby Prasetyo yang menggarap film pertama pada 2024.

Jadwal Tayang Kuasa Gelap: Perjanjian Darah di Bioskop

Film ini dirilis serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026. Penonton bisa menikmatinya dalam format layar lebar premium seperti IMAX, 4DX CGV, dan Magnify 8 Cinepolis.

Format IMAX menjadi daya tarik utama karena menghadirkan pengalaman horor audio-visual yang lebih imersif. Produser Robert Ronny menilai pencapaian ini sebagai bukti kualitas produksi film.

Sinopsis Singkat Kuasa Gelap: Perjanjian Darah

Cerita berpusat pada Romo Rendra dan Romo Thomas yang dipanggil ke Banyuukti, Jawa Timur. Mereka menangani kasus kerasukan berat yang menimpa Daniel, putra keluarga tauke kapal kaya.

Daniel ternyata menjadi wadah bagi iblis kuno bernama Rephaim. Entitas ini muncul akibat perjanjian darah pesugihan yang dilakukan keluarga Daniel di masa lalu demi kekayaan.

Kasus ini terasa personal bagi Romo Rendra. Ayah Daniel, Halim, adalah sahabat masa kecilnya yang pernah berselisih akibat tragedi lama. Kedua romo pun harus menjalankan ritual pengusiran setan berbahaya untuk memutus kutukan warisan tersebut.

Deretan Pemeran Kuasa Gelap: Perjanjian Darah

Lukman Sardi berperan sebagai Romo Rendra, sementara Jerome Kurnia memerankan Romo Thomas. Venly Arauna tampil sebagai Daniel, pemuda yang kerasukan iblis.

Ferry Salim berperan sebagai Halim, ayah Daniel sekaligus sahabat lama Romo Rendra. Feby Febiola memerankan Linda, ibu Daniel. Lydia Kandou, Sisca Saras, dan Kiki Narendra turut melengkapi jajaran pemain.Perjanjian Darah.webp (146 KB)

Pengakuan Lukman Sardi dan Jerome Kurnia

Lukman Sardi mengungkapkan bahwa sekuel ini memberi ruang eksplorasi masa lalu karakternya. Ia mengaku adegan eksorsisme di klimaks film terasa berat secara fisik.

Kedua aktor didampingi Romo Roki, romo orisinal, demi menjaga akurasi doa bahasa Latin dan tata cara ritual Katolik. Jerome Kurnia menyoroti chemistry kuat dengan Lukman Sardi selama syuting. "Lukman Sardi sangat terbuka dan suka membantu, sehingga dinamika antarkarakter terasa natural," ungkap Jerome.

Kelebihan Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Menurut Kritikus

Sinematografi Yadi Sugandi mendapat pujian berkat visual sinematik dan atmosfer kegelapan yang pekat. Tata suara imersif turut memikat tanpa terlalu bertumpu pada jumpscare murahan.

Akting Venly Arauna sebagai Daniel yang kerasukan dinilai totalitas dan menyeramkan. Pendekatan eksorsisme Katolik berbalut budaya pesugihan lokal juga dianggap menyegarkan genre horor Tanah Air.

Kekurangan dan Skor Kuasa Gelap: Perjanjian Darah

Beberapa ulasan mencatat plot film ini melebar dan menggantung di bagian akhir. Penjelasan soal aturan perjanjian darah dan latar belakang Rephaim dirasa kurang mendalam.

Dialog bahasa Jawa oleh sejumlah aktor senior juga dinilai kurang natural bagi sebagian penonton. Kritikus memberikan skor rata-rata 6,5 dari 10 untuk film ini.

Format IMAX tetap menjadi rekomendasi utama bagi penonton yang ingin merasakan pengalaman horor audio-visual terbaik dari Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.

Kuasa Gelap: Perjanjian Darah hadir sebagai sekuel dengan peningkatan kualitas produksi signifikan. Meski cerita masih punya catatan, film ini layak masuk daftar tontonan horor pilihan Oktober 2026.