Brimob Pekalongan bersama Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah bangun rumah untuk keluarga Kusmono (49) di Kecamatan Karanganyar, dan hunian baru itu membuka harapan baru bagi enam anggota keluarganya. Di balik bantuan tersebut, anak sulung Kusmono, Kurniawan Adi Prayugo (16), putus sekolah sejak kelas 4 SD demi membantu ekonomi keluarga.
Kisah keluarga Kusmono tidak berhenti pada soal bangunan. Kesulitan ekonomi memaksa mereka hidup serba kekurangan di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Rumah baru itu menjadi titik balik bagi enam anggota keluarganya.
Putra sulung Kusmono, Kurniawan Adi Prayugo (16), putus sekolah sejak kelas 4 SD. Ia membantu orang tuanya menyambung hidup keluarga. Kondisi itu memperlihatkan beratnya beban ekonomi yang ditanggung rumah tangga tersebut. Anak-anak keluarga ini sebelumnya hidup di bangunan nyaris roboh dengan dinding triplek dan GRC bekas. Kini keluarga itu punya hunian layak yang siap ditempati.
Kusmono sendiri bekerja sebagai pencari kayu bakar dan buruh cangkul. Ia menyampaikan terima kasih dalam bahasa Jawa kepada OPSHID. "Matursuwon sanget ngoten. Mugi-mugi diparingi berkah sedoyo," ungkapnya.
Kepastian Hukum Lahan dan Dukungan Perangkat Desa
Pemilik tanah sebelumnya menghibahkan lahan agar menjadi hak milik Kusmono. Selama ini keluarga ini menumpang di tanah orang lain. Perangkat desa setempat lalu memfasilitasi proses administrasi dan legalitas tanah. Langkah itu memberi kepastian hukum bagi penerima hibah.
OPSHID ( Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah ) memilih keluarga Kusmono setelah survei di tiga lokasi berbeda. Organisasi ini membangun rumah gratis dalam rangka Tasyakkuran Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia ke-97. Berita terkait menyebut para pemuda OPSHID membangun 59 unit rumah gratis. Survei itu menilai tingkat urgensi keluarga ini tinggi.
Brimob Pekalongan Tegaskan Motto Pengabdian Korps
Sebanyak 15 personel Kompi II turun langsung ke lokasi pada Rabu (23/9/2026). Mereka membersihkan lahan, menebang pohon, dan mengerjakan struktur bangunan bersama warga. Selain tenaga, Brimob membagikan sembako bagi para relawan.
AKP Andi Kristanto menegaskan bahwa kehadiran pasukannya merupakan implementasi motto korps. "Jiwa Raga Kami Demi Kemanusiaan," kata Komandan Kompi II itu. "Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan bahwa Brimob selalu ada untuk menolong sesama," ujarnya.
Kepala desa setempat ikut memberi apresiasi mendalam. Menurutnya, OPSHID membangun hunian dari nol hingga selesai 100 persen dan siap huni. Harapannya, keluarga Kusmono kini bisa hidup lebih nyaman dan merasakan kebahagiaan.
Pada akhirnya, Brimob Pekalongan bangun rumah bersama OPSHID bukan sekadar proyek fisik. Aksi ini memberi keluarga Kusmono tempat tinggal layak sekaligus harapan baru, termasuk bagi anak-anak yang selama ini ikut menanggung beban ekonomi.