Internasional

Bandara Riyadh Diserang Houthi, 12 Tewas dan 309 Terluka

Bandara Riyadh diserang Houthi
Bandara Riyadh diserang Houthi

Bandara Riyadh diserang Houthi pada Minggu (11/10/2026) hingga menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya. Operasional Bandara Internasional King Khalid pun berhenti sementara.

Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) merilis data korban serangan itu. KBRI Riyadh mengutip data tersebut dalam pernyataannya. Sebanyak 12 orang tewas. Empat di antaranya warga Arab Saudi, dan dua lainnya warga Bangladesh. Masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan juga meninggal.

Serangan itu juga melukai 309 orang. Sejumlah korban berada dalam kondisi kritis. Tim medis merawat para korban luka di beberapa rumah sakit.

Bandara Riyadh Diserang Houthi, Operasional Terhenti

Operasional bandara berhenti sementara setelah serangan. Penghentian berlangsung sampai pemeriksaan dan penilaian keselamatan fasilitas selesai. Saksi mata sebelumnya memberi tahu AFP bahwa perintah evakuasi sudah keluar.

Kedutaan Besar Spanyol lewat platform X menyebut adanya "serangan baru" Houthi ke bandara itu. Inggris, Kanada, Jerman, Spanyol, dan Amerika Serikat meminta warganya menjauhi bandara. Kelima negara juga meminta warganya mematuhi instruksi keamanan setempat.

Houthi adalah kelompok bersenjata dari Yaman yang didukung Iran. Arab Saudi telah melancarkan serangan terhadap kelompok itu. Serangan ke bandara ini menambah ketegangan di kawasan.

Respons Washington dan Imbauan untuk WNI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan segera memutuskan langkah Washington. Ia mempertimbangkan bergabung dalam serangan Saudi terhadap Houthi yang didukung Iran.

"Kami mungkin akan melakukannya. Kami akan mempertimbangkannya," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, seperti dilansir AFP.

Bagi pembaca di Indonesia, kabar ini menyangkut ratusan ribu WNI. Per Desember 2025, tercatat 361.147 WNI berada di Arab Saudi. KBRI Riyadh menyatakan belum ada laporan WNI menjadi korban.

"Informasi mengenai kemungkinan Warga Negara Indonesia di antara korban luka masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut," tulis KBRI Riyadh.

Kedutaan mengimbau WNI menghindari perjalanan tidak mendesak ke kawasan bandara dan tetap berada di lokasi aman. WNI juga diminta tetap tenang dan mematuhi arahan otoritas setempat.

Calon penumpang sebaiknya mengecek status penerbangan kepada maskapai sebelum berangkat ke bandara. WNI juga perlu memantau informasi resmi dari Pemerintah Arab Saudi dan KBRI Riyadh.

Hingga kini, otoritas Arab Saudi belum merampungkan pemeriksaan bandara. Jumlah korban dapat berubah karena sebagian korban luka masih kritis. Informasi terbaru akan menyusul dari sumber resmi.