Daerah

Rumah Syukur OPSHID Pekalongan, 15 Brimob Bantu Kusmono

Rumah Syukur OPSHID di Karanganyar, Pekalongan, dibangun 15 personel Brimob untuk Kusmono, buruh serabutan yang tinggal di gubuk bersama empat anak.
Rumah Syukur OPSHID di Karanganyar, Pekalongan, dibangun 15 personel Brimob untuk Kusmono, buruh serabutan yang tinggal di gubuk bersama empat anak.

Sebanyak 15 personel Kompi II Batalyon Brimob Pekalongan membantu pembangunan Rumah Syukur OPSHID di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Rabu (23/9/2026). Rumah gratis itu diberikan kepada Kusmono (49), buruh serabutan yang selama ini tinggal di gubuk darurat bersama istri dan empat anaknya.

Aksi gotong royong ini menyasar kediaman Kusmono. Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah Front Ketuhanan Yang Maha Esa (OPSHID FKYME) menginisiasi pembangunan tersebut dalam rangka Tasyakkuran Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia ke-97.

Alasan Rumah Syukur OPSHID Menyasar Keluarga Kusmono

Sebelum menerima bantuan, Kusmono tinggal bersama istri dan empat anaknya di gubuk darurat. Bangunan itu berdiri di atas lahan milik orang lain dan nyaris roboh. OPSHID menetapkan keluarga ini sebagai penerima setelah survei mendalam di tiga lokasi berbeda. Tingkat urgensinya tinggi.

Agus Jatmiko, penanggung jawab pembangunan Rumah Syukur Pekalongan, menggambarkan kondisi hunian lama itu. Dinding rumah hanya berupa potongan triplek dan GRC bekas yang dipasang seadanya. "Kondisinya sangat memprihatinkan. Umpamanya ayam bisa masuk, kambing bisa masuk ke dalam rumah," ujar Agus.

Agus juga menyoroti sanitasi keluarga tersebut. "Sanitasi pun juga gitu hanya ditutup kain, menyerupai kondisi di zaman penjajahan," katanya.

Brimob dan Warga Bahu-Membahu Membangun Hunian

Di lapangan, personel Brimob bersama warga setempat membersihkan lahan, menebang pohon, dan mengerjakan struktur bangunan. Brimob juga menyalurkan sembako untuk menunjang konsumsi para relawan. Pemilik tanah sebelumnya menghibahkan lahan itu menjadi hak milik Kusmono. Perangkat desa ikut memfasilitasi administrasi dan legalitas tanah demi kepastian hukum.

Kusmono Haru, Komandan Kompi II Tegaskan Motto Brimob

Kusmono sehari-hari bekerja sebagai pencari kayu bakar dan buruh cangkul. Ia mengaku sangat bersyukur menerima rumah tersebut. "Senang sekali bisa dapat rumah gratis. Saking senangnya saya nggak bisa ngomong apa-apa," ungkapnya penuh haru.

Komandan Kompi II, AKP Andi Kristanto, menyebut keterlibatan pasukannya sebagai wujud nyata motto korps. "Pembangunan Rumah Syukur ini adalah aksi nyata dalam memaknai semangat Sumpah Pemuda," ujarnya. Ia menambahkan bahwa Brimob hadir untuk menolong sesama dan melindungi masyarakat.

Kepala desa setempat turut mengapresiasi aksi OPSHID yang membangun hunian dari nol hingga selesai 100 persen dan siap huni. Dengan rumah baru ini, keluarga Kusmono diharapkan hidup lebih nyaman dan merasakan kebahagiaan.

Secara keseluruhan, Rumah Syukur OPSHID di Pekalongan menunjukkan kekuatan gotong royong lintas unsur. Pemuda, Brimob, pemilik lahan, dan perangkat desa bersatu memberi keluarga Kusmono tempat tinggal yang layak. Langkah ini menjadi contoh nyata semangat Sumpah Pemuda.