Aksi Cepat Bakamla Intersepsi Kapal Asing di Laut Natuna
CakrawalaWorld.net — Personel Bakamla RI menunjukkan respons energik dan modern saat mengusir kapal China Coast Guard (CCG) 5402 yang berulang kali menerobos wilayah kedaulatan Indonesia di Laut Natuna Utara hingga awal 2026. Aksi dinamis ini dilakukan untuk mematahkan klaim sepihak Beijing dan menjamin kelancaran survei seismik nasional yang sangat krusial bagi masa depan energi Indonesia.
Gangguan terhadap kapal MV Geo Coral milik PT Pertamina East Natuna menjadi pemicu utama pengerahan armada KN Tanjung Datu-301 dan KN Pulau Dana-323. Dengan pergerakan yang taktis, tim Bakamla bersama TNI AL melakukan pembayangan atau shadowing terhadap kapal CCG 5402 yang berukuran jumbo tersebut. Meski Tiongkok mencoba berdalih melakukan patroli rutin, Indonesia tetap pada posisi tegas mengusir kapal yang melanggar batas ZEE.
“Kapal CCG 5402 bersikeras wilayah tersebut merupakan bagian dari yurisdiksi negaranya. Kami melaksanakan shadowing dan berhasil mengusir mereka keluar,” ungkap Kolonel Bakamla Rudi Endratmoko pada 21 Oktober 2024. Ketegasan ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kapabilitas untuk menjaga wilayah maritimnya secara profesional di tengah tekanan geopolitik global.
Menuju Penguatan Maritim Kelas Dunia
Memasuki periode 2025 hingga Februari 2026, intensitas patroli justru semakin ditingkatkan dengan status Patroli Sepanjang Tahun. Fokus pengamanan diarahkan ke area vital seperti Blok Tuna dan D-Alpha yang sering menjadi sasaran kehadiran menetap kapal Tiongkok. Strategi ini didukung penuh oleh rencana ekspansi alutsista modern, termasuk dukungan teknologi kapal patroli baru yang akan memperkuat jajaran Bakamla di masa depan.
Menko Polkam RI Budi Gunawan dalam pernyataannya pada 14 November 2024 menyebutkan bahwa kedaulatan tidak bisa dikompromikan oleh kepentingan ekonomi manapun. Hal ini diperkuat oleh visi Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Dr. Irvansyah, yang menekankan pentingnya kehadiran fisik kapal patroli untuk memastikan riset bawah laut tetap berjalan tanpa hambatan.
“Bakamla akan terus melakukan patroli dan pemantauan intensif untuk memastikan kegiatan survei tanpa gangguan. Ini komitmen menjaga hak berdaulat,” tegas Laksdya Irvansyah dalam laporan tahunan Januari 2025. Dengan semangat modernisasi dan kesiagaan tinggi, Indonesia terus bergerak maju melindungi setiap inci wilayah lautnya dari gangguan luar demi kemakmuran seluruh rakyat Nusantara. *










