Bantuan Benih Padi 10 Ton Dorong Tanam Cepat di Bulukumba
Cakrawala World – Bantuan benih padi dari Kementerian Pertanian sebanyak 10 ton untuk Kabupaten Bulukumba diarahkan untuk mempercepat masa tanam di tengah potensi musim kering. Program ini menjadi bagian dari langkah antisipasi menghadapi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan memengaruhi produksi pangan.
Bantuan tersebut diserahkan oleh perwakilan Balai Besar Pengembangan dan Modernisasi Pertanian Kementerian Pertanian, Dr. Muhammad Thamrin, kepada Sekretaris Daerah Bulukumba, Muh Ali Saleng, di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan pada 23 April 2026.
Percepatan Tanam Jadi Target Utama
Pemberian benih ini difokuskan untuk mendorong percepatan luas tambah tanam (LTT). Pemerintah menilai percepatan tanam penting agar petani tidak kehilangan momentum setelah panen sebelumnya.
“Bantuan ini untuk mempercepat semangat petani agar setelah panen bisa langsung tanam kembali,” ujar Muhammad Thamrin.
Dengan kata lain, program ini tidak hanya menambah ketersediaan benih, tetapi juga mendorong pola tanam berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi di tengah ancaman kekeringan.
Antisipasi Dampak El Nino
Dalam konteks tersebut, distribusi benih dilakukan sebagai respons terhadap potensi kemarau panjang. El Nino berpotensi mengurangi ketersediaan air dan memengaruhi produktivitas lahan.
Varietas yang dipilih pun disesuaikan dengan kondisi tersebut. Benih Cakrabuana dan Situ Bagendit dikenal tahan terhadap kekeringan serta memiliki masa panen relatif singkat, sekitar 95 hari.
Kondisi ini memungkinkan petani tetap melakukan siklus tanam meskipun menghadapi keterbatasan air.
Teknis Penggunaan dan Target Produksi
Di sisi lain, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bulukumba menyiapkan panduan teknis agar pemanfaatan benih lebih optimal. Kepala dinas, Andi Trismiati, menyebut penggunaan benih dianjurkan sekitar 25 kilogram per hektar.
Ia juga mendorong penggunaan metode tanam Arkansas. Metode ini mengandalkan sistem Tanam Benih Langsung dengan pola tanam rapat dalam satu baris.

Dalam praktiknya, teknik ini bertujuan meningkatkan efisiensi serta produktivitas lahan. Target produksi yang diharapkan berada pada kisaran 7 hingga 8 ton per hektar.
“Harapan kami produksi padi bisa meningkat dengan penggunaan benih dan metode yang tepat,” ujarnya.
Distribusi dan Dukungan Lanjutan
Setelah penyerahan, benih akan segera didistribusikan ke seluruh kecamatan. Petani dapat mengambilnya melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di masing-masing wilayah.
Langkah distribusi ini dilakukan agar benih dapat segera digunakan dalam musim tanam berjalan. Pemerintah daerah juga menyiapkan koordinasi untuk memastikan penyaluran berjalan tepat sasaran.
Selain itu, Kementerian Pertanian membuka peluang tambahan bantuan. Jika kebutuhan benih masih tinggi, dukungan tambahan hingga 5 ton dapat diberikan.
Dalam perkembangan selanjutnya, bantuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di daerah. Program ini juga dikaitkan dengan dorongan swasembada pangan yang terus digalakkan pemerintah.
Kunjungan kerja yang dilakukan setelah penyerahan bantuan turut mencakup silaturahmi dengan Bupati Bulukumba di Kebun Amaly sebagai bagian dari rangkaian kegiatan di daerah tersebut.










