Kasus PT DSI

Kasus DSI Rp2,4 Triliun, Peran Publik Figur Ikut Disorot


Cakrawala World – Kasus DSI menjadi sorotan nasional setelah nilai kerugian mencapai Rp2,4 triliun dengan melibatkan sekitar 15 ribu lender. Dalam perkembangan penyidikan, peran publik figur yang terlibat sebagai brand ambassador ikut diperiksa, memunculkan pertanyaan tentang bagaimana promosi digunakan dalam skema investasi tersebut.

Bagaimana Skema Dugaan Penipuan DSI Berjalan?

Bareskrim Polri mengungkap bahwa PT Dana Syariah Indonesia menjalankan dugaan penipuan melalui proyek fiktif. Perusahaan memanfaatkan data borrower yang sudah ada, lalu mencatutnya seolah memiliki proyek baru.

Dalam praktiknya, data tersebut digunakan untuk menarik investasi dari para lender. Pola ini berlangsung dalam kurun waktu 2018 hingga 2025.

Akibatnya, jumlah korban terus bertambah hingga mencapai sekitar 15 ribu orang. Total kerugian pun membengkak hingga Rp2,4 triliun.

Pada titik ini, penyidik menetapkan empat tersangka utama. Mereka terdiri dari Direktur Utama, mantan direktur, komisaris, hingga founder perusahaan.

Langkah Penindakan Aparat

Untuk menelusuri aliran dana, Bareskrim telah memblokir 63 rekening milik PT DSI dan pihak terafiliasi. Selain itu, penyidik menyita uang sebesar Rp4 miliar dari 41 rekening perbankan.

READ  Kediri Luncurkan BINLAT, Laboratorium Karakter Berbasis Situs Sejarah

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengamankan aset dan mengurai skema yang digunakan dalam dugaan tindak pidana tersebut.

Para tersangka dijerat dengan sejumlah pasal, termasuk KUHP, UU ITE, serta Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.

Di Mana Peran Publik Figur Masuk?

Dalam perkembangan kasus DSI, nama publik figur muncul karena keterlibatan mereka dalam kegiatan promosi. Salah satunya adalah Dude Harlino yang menjadi brand ambassador sejak 2022 hingga 2025.

Peran ini menempatkan publik figur sebagai wajah perusahaan dalam komunikasi kepada masyarakat. Mereka tampil dalam materi promosi dan membantu membangun kepercayaan publik.

Namun pada praktiknya, keterlibatan tersebut tidak mencakup pengelolaan perusahaan. Dude menegaskan bahwa dirinya hanya menjalankan tugas promosi sesuai kontrak kerja.

Hanya sebagai brand ambassador, hanya seputar itu saja,” ujarnya.

Promosi dan Persepsi Kepercayaan

Yang menjadi sorotan, penggunaan figur publik dalam promosi dapat memengaruhi persepsi calon investor. Kehadiran nama yang dikenal luas sering kali dianggap sebagai indikator kredibilitas.

Dalam konteks ini, promosi bukan sekadar penyampaian informasi. Ia juga berfungsi membangun keyakinan terhadap produk atau layanan yang ditawarkan.

READ  Ndalem Pojok Kediri Diusulkan Jadi Cagar Budaya Nasional

Namun demikian, publik figur tidak memiliki akses terhadap informasi internal perusahaan. Hal ini membuat mereka bergantung pada data yang diberikan oleh pihak perusahaan.

Pemeriksaan terhadap Brand Ambassador

Seiring penyidikan berjalan, Bareskrim memanggil Dude Harlino dan Alyssa Soebandono untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Pemeriksaan berfokus pada peran mereka dalam promosi.

Dude mengaku menjawab 32 pertanyaan, sementara Alyssa menjawab 21 pertanyaan. Materi pemeriksaan mencakup job desk, kontrak kerja, hingga pemahaman terhadap produk yang dipromosikan.

Pada saat yang sama, penyidik juga mendalami apakah ada informasi tertentu yang disampaikan perusahaan kepada publik figur untuk mendukung promosi.

“Hadir untuk memberikan support sebagai saksi,” kata Dude.

Keterbatasan Akses Informasi

Dude menyatakan bahwa dirinya tidak mengetahui skema yang kini dipersoalkan. Ia baru memahami dugaan tersebut setelah mengikuti Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPR RI pada Januari lalu.

Dari situlah saya baru tersadar,” ujarnya.

Hal ini menunjukkan adanya jarak antara informasi yang dimiliki publik figur dan kondisi internal perusahaan. Meski tampil sebagai wajah promosi, mereka tidak terlibat dalam proses operasional.

READ  Ramadhan 2026 Dimulai Berbeda, Saatnya Umat Islam Indonesia Kompak

Dalam perkembangan kasus DSI, keterlibatan publik figur menjadi bagian yang ikut diperiksa untuk memahami bagaimana komunikasi kepada masyarakat dibangun dan disampaikan.