guru di dumai Tika Plorentina Simanjuntak

Kasus Tika Plorentina Simanjuntak: Pelaku Bunuh Diri Usai Ditangkap

CakrawalaWorld.net – Perkembangan terbaru kasus kematian guru SD Tika Plorentina Simanjuntak di Kota Dumai menunjukkan fakta baru setelah polisi memastikan terduga pelaku meninggal dunia di rumah sakit. Pria berinisial BM dilaporkan sempat mencoba bunuh diri dengan menenggak racun rumput dan bahan bakar jenis pertalite sebelum akhirnya ditangkap.

Kasus yang menimpa Tika Plorentina Simanjuntak sebelumnya menyita perhatian setelah korban ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakannya di Gang Horas, Kelurahan Bukit Datuk, Kecamatan Dumai Selatan.

Kepolisian menyebut pelaku sempat menjalani perawatan intensif setelah diamankan karena kondisi kesehatannya memburuk.

Tersangka meninggal dunia tadi pagi pukul 08.06 WIB setelah sempat dirawat di rumah sakit,” kata Kapolres Dumai AKBP Angga F Herlambang.

Upaya Bunuh Diri Saat Pelarian

Polisi mengungkap bahwa BM mencoba mengakhiri hidupnya saat melarikan diri setelah kejadian penikaman terhadap korban.

Dalam pelarian tersebut, pelaku diduga meminum racun rumput dan bahan bakar minyak jenis pertalite yang ditemukan di dalam mobilnya.

Kondisi itu membuat polisi segera membawa pelaku ke RSUD Dumai setelah berhasil diamankan.

READ  Banjir Sumatera 2025, Aksi Cepat Relawan dan Sekolah Keliling

Pelaku mencoba bunuh diri dengan meminum racun rumput dan pertalite saat melarikan diri,” ujar Kapolres.

Di sisi lain, upaya penyelamatan sempat dilakukan oleh tim medis karena kondisi pelaku dinilai kritis ketika tiba di rumah sakit.

Namun pada Jumat pagi, pihak rumah sakit menyatakan pelaku meninggal dunia.

Penangkapan Pelaku di Wilayah Rokan Hilir

Sebelumnya, aparat kepolisian berhasil mengamankan BM di wilayah Kabupaten Rokan Hilir setelah melakukan penelusuran terhadap keberadaan terduga pelaku.

Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan mengenai kematian korban yang ditemukan di rumah kontrakan.

Tim Satreskrim Polres Dumai kemudian melakukan serangkaian penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara.

Barang bukti dari lokasi kejadian serta dari kendaraan pelaku juga turut diamankan untuk kepentingan penyidikan.

Motif Diduga Berkaitan Hubungan Pribadi

Dalam penyelidikan awal, kepolisian mengungkap bahwa peristiwa yang menewaskan Tika Plorentina Simanjuntak diduga berkaitan dengan konflik hubungan pribadi.

Informasi awal menunjukkan adanya persoalan cinta segitiga antara korban, pelaku, dan seorang pria lain yang disebut sebagai pasangan baru korban.

READ  Gelombang Bencana di Sumatera: Angka Korban Naik dan Akses Terbuka Perlahan

Informasi awal terkait motif adalah cinta segitiga,” kata Kapolres.

Meski pelaku telah meninggal dunia, kepolisian menyatakan proses penyelidikan tetap dilanjutkan.

Pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta analisis barang bukti masih dilakukan guna memperjelas rangkaian kejadian dalam kasus tersebut.