SPPG Soditan Rembang Dihentikan, 777 Warga SMAN 1 Lasem Terdampak
SPPG Soditan Rembang menghentikan operasional sementara setelah 777 warga SMAN 1 Lasem mengalami gejala gangguan pencernaan usai menyantap makanan MBG.
Keputusan menghentikan operasional SPPG Soditan Rembang berlaku mulai Sabtu, 5 September 2026. Pemkab Rembang mengambil langkah tersebut setelah ratusan warga SMAN 1 Lasem mengalami gejala keracunan.
Total 777 warga sekolah terdampak dalam kejadian itu. Mereka terdiri dari 752 siswa serta 25 guru dan tenaga tata usaha.
Sementara itu, Pemkab Rembang meminta pengelola mengevaluasi proses pengolahan makanan. Evaluasi tersebut menjadi dasar untuk menentukan penanganan berikutnya.
SPPG Soditan Rembang Hentikan Operasional Sementara
Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Fahrudin menyampaikan keputusan penghentian operasional pada Jumat, 4 September 2026.
Menurutnya, pengelola perlu mengkaji kembali proses pengolahan makanan di dapur SPPG Soditan. Langkah itu berlaku mulai sehari setelah keputusan tersebut.
“Operasionalnya mulai besok diberhentikan sementara untuk dikaji ulang dan bagaimana penanganannya selanjutnya,” ujar Fahrudin.
Di sisi lain, pemerintah memastikan korban tidak menanggung biaya pengobatan akibat kejadian tersebut.
Pengelola SPPG Soditan akan menanggung biaya perawatan korban. Pembiayaan mencakup pasien rawat jalan hingga korban yang membutuhkan perawatan rumah sakit.
777 Warga Sekolah Terdampak Setelah Konsumsi MBG
Berdasarkan pendataan Dinas Kesehatan Rembang, keluhan korban terutama berkaitan dengan gangguan pencernaan.
Gejala yang muncul meliputi mual, muntah, dan diare. Korban dengan kondisi ringan dapat menjalani pemulihan di rumah.
Namun, warga dengan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut mendapat rujukan ke fasilitas kesehatan.

Penanganan Medis Berlangsung di Sejumlah Fasilitas
Di Puskesmas Lasem, petugas menangani 21 siswa. Lima siswa kemudian menjalani rawat inap karena muntah dan diare berulang.
Menurut Dinas Kesehatan, kondisi tersebut berisiko menyebabkan dehidrasi. Sementara itu, 16 siswa lainnya memperoleh layanan rawat jalan.
Selain itu, dua siswa menjalani rawat jalan di Puskesmas Pancur. Satu siswa lainnya mendapat penanganan dari dokter praktik mandiri di wilayah Lasem.
Faktanya, Dinas Kesehatan Rembang belum menetapkan penyebab pasti kejadian tersebut. Petugas masih menyelidiki sumber gangguan kesehatan yang dialami warga sekolah.
Dugaan sementara mengarah pada makanan MBG yang siswa konsumsi pada Rabu, 2 September 2026. Menu tersebut terdiri dari nasi, ayam bakar, lalapan, dan semangka.
Yang jadi sorotan, petugas menemukan kondisi tekstur ayam yang kurang baik pada sebagian makanan. Meski begitu, temuan tersebut belum menjadi kesimpulan penyebab kejadian.
Karena itu, petugas mengambil sampel makanan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dinkes Rembang menyiapkan pengujian kimia dan bakteriologis di Labkes Provinsi.
Hasil pemeriksaan laboratorium akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan pada warga SMAN 1 Lasem.










