Bahaya Asap Kebakaran TPA Jatiwarngin, IDAI Minta Anak Segera Dilindungi
Bahaya asap kebakaran TPA Jatiwarngin menjadi perhatian karena paparan polutan dapat mengganggu kesehatan, terutama pada anak. IDAI mengingatkan risiko gangguan pernapasan hingga paparan zat berbahaya dari pembakaran sampah.
Bahaya asap kebakaran TPA Jatiwarngin mendapat perhatian dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Paparan polutan yang berasal dari kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwarngin di Kabupaten Tangerang dinilai berisiko membahayakan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.
Dokter spesialis anak dari Unit Kerja Koordinasi Respirasi IDAI, Cynthia Centauri, menjelaskan kebakaran di lokasi pembuangan sampah memiliki risiko tinggi karena berbagai jenis material ikut terbakar, termasuk sampah plastik.
Menurutnya, pembakaran plastik dapat menghasilkan zat berbahaya seperti dioksin dan furan. Kedua senyawa tersebut memiliki dampak serius terhadap kesehatan apabila terhirup dalam jumlah tinggi.
IDAI Ingatkan Risiko Gangguan Pernapasan hingga Paparan Dioksin
Cynthia mengatakan paparan dioksin dan furan tidak hanya memengaruhi sistem pernapasan. Secara faktual, zat tersebut juga berisiko memicu gangguan saraf serta meningkatkan kemungkinan munculnya penyakit kanker.
Selain itu, dampak polusi udara dapat dirasakan segera setelah terhirup. Anak yang memiliki riwayat asma atau gangguan pernapasan menjadi kelompok yang paling rentan karena paparan polusi dapat langsung memicu serangan.
Karena itu, Cynthia mengimbau pemerintah segera melakukan evakuasi apabila kualitas udara di sekitar lokasi sudah berada pada tingkat yang membahayakan keselamatan warga. Langkah tersebut menjadi prioritas untuk mengurangi risiko paparan berkepanjangan.
Jika evakuasi belum memungkinkan, warga disarankan tetap berada di dalam rumah dan menutup seluruh ventilasi agar asap tidak masuk ke ruangan. Sementara itu, penggunaan penyaring udara atau air purifier dapat menjadi pilihan apabila tersedia.
Di sisi lain, masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar rumah diminta terus memantau kondisi kualitas udara. Cynthia juga mengingatkan pentingnya menggunakan alat pelindung diri berupa masker, terutama bagi anak berusia tiga tahun ke atas yang harus keluar rumah.
Menurutnya, langkah perlindungan tersebut dapat membantu mengurangi paparan polutan selama kebakaran TPA Jatiwarngin masih memengaruhi kualitas udara di wilayah sekitar.











