IHSG anjlok 40 persen sepanjang tahun berjalan 2026, menembus level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Pelemahan tajam ini membuat bursa saham Indonesia masuk daftar kinerja terburuk di kawasan Asia.
Pasar modal Tanah Air kembali diguncang tekanan jual besar-besaran pada awal pekan ini. Pergerakan indeks terus memburuk sejak beberapa bulan terakhir tanpa tanda pemulihan berarti.
Investor domestik maupun asing tampak menahan diri masuk ke pasar saham. Sentimen negatif ini turut diperparah oleh ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi.
IHSG Anjlok 40 Persen Sejak Awal Tahun
Berdasarkan pantauan Senin (19/10/2026), IHSG anjlok 40 persen lebih tepatnya 43,14 persen secara year to date. Penurunan ini setara 3.729 poin dari posisi awal tahun di kisaran 9.000-an.
Hingga pukul 10.27 WIB, indeks tercatat berada di level 4.914,58. Angka tersebut melemah 5,20 persen atau 269 poin dibandingkan penutupan sebelumnya.
Kondisi ini memperpanjang rentetan pelemahan yang sudah berlangsung sejak pertengahan tahun. Pelaku pasar menilai tekanan jual masih akan berlanjut dalam waktu dekat.
Perbandingan dengan Bursa Saham Asia Lainnya
Dibandingkan bursa Asia lain, kinerja IHSG tercatat paling buruk sepanjang 2026. Hang Seng Index Hong Kong hanya melemah 8,17 persen atau 2.151 poin.
Indeks Shanghai Composite di China juga tercatat melemah lebih moderat, yakni 6,67 persen setara 264,82 poin. Penurunan tersebut jauh lebih kecil dibandingkan koreksi pasar Indonesia.
Sebaliknya, sejumlah bursa regional justru mencatat penguatan signifikan. Indeks Kospi Korea Selatan menguat 34,87 persen, sementara Nikkei 225 Jepang naik 24,90 persen sepanjang tahun ini.
Sebelumnya pada September 2026, bursa Indonesia sudah menyandang predikat terburuk di antara 12 bursa Asia. Dari jumlah itu, enam bursa mencatat kinerja positif dan enam lainnya tercatat melemah.
Pasar saham India turut melemah 12,8 persen pada periode yang sama. Namun penurunan bursa Asia lain umumnya hanya berkisar satu digit, seperti Malaysia 0,9 persen dan China 1,4 persen.
Trading Halt dan Tekanan Jual Pekan Lalu
Tekanan jual besar turut memicu penghentian sementara perdagangan saham pekan lalu. Bursa Efek Indonesia melakukan trading halt pada Jumat (16/10/2026) pukul 08.58 WIB setelah IHSG anjlok hingga 8 persen.
Sepanjang pekan lalu saja, IHSG tercatat merosot 14,91 persen. Kapitalisasi pasar saham nasional ikut turun 14,43 persen dalam periode yang sama.
IHSG sempat ditutup pada level 5.185,10 pada akhir perdagangan pekan sebelumnya. Posisi tersebut kini semakin tergerus setelah pelemahan berlanjut di awal pekan ini.
Data pergerakan pasar ini dihimpun berdasarkan pantauan hingga Senin (19/10/2026) pukul 10.27 WIB. Pembaruan data lanjutan akan terus dipantau seiring perkembangan perdagangan hari ini.
Pelemahan IHSG sebesar 40 persen ini menjadi sorotan pelaku pasar regional. Kinerja bursa domestik masih tertinggal jauh dibandingkan sejumlah negara tetangga di Asia.