Australia Dukung Transformasi Layanan Kesehatan Primer Indonesia Lewat Riset
Dukungan Australia untuk layanan kesehatan primer Indonesia diperkuat melalui kerja sama riset, inovasi, dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam Leimena Conference 2026.
Dukungan Australia untuk layanan kesehatan primer Indonesia menjadi salah satu agenda utama dalam Leimena Conference 2026: Indonesia Primary Health Care Scientific Meeting. Pemerintah Australia menyatakan komitmennya memperkuat transformasi sistem kesehatan primer melalui riset dan kemitraan lintas sektor.
Konferensi tersebut berlangsung di Gedung Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta. Acara ini mempertemukan peneliti, tenaga kesehatan, pembuat kebijakan, serta mitra pembangunan untuk membahas penguatan layanan kesehatan berbasis bukti.
Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier mengatakan pelayanan kesehatan primer yang kuat harus berfokus pada kebutuhan masyarakat. Menurutnya, sistem kesehatan tidak hanya bergantung pada kebijakan, anggaran, dan infrastruktur.
“Pelayanan kesehatan primer adalah tentang manusia. Melalui puskesmas dan klinik yang dipercaya masyarakat, melalui seorang perawat yang mampu mengenali masalah kesehatan sebelum menjadi krisis,” kata Rod Brazier.
Australia Soroti Peran Puskesmas dan Tenaga Kesehatan
Rod Brazier mengapresiasi langkah Indonesia dalam melakukan transformasi pelayanan kesehatan primer. Menurutnya, penguatan puskesmas hingga tingkat komunitas menjadi fondasi penting untuk membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh.
Selain itu, ia menilai tenaga kesehatan yang berada di garis depan memiliki peran besar dalam mendeteksi masalah kesehatan lebih awal. Dengan begitu, layanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Di sisi lain, Australia melihat riset dan inovasi sebagai bagian penting dalam pengembangan kebijakan kesehatan. Data serta penelitian dinilai mampu membantu pemerintah mengambil keputusan berdasarkan bukti.
Riset dan Pertukaran Pengetahuan Jadi Fokus Kerja Sama
Melalui kerja sama berkelanjutan, Australia mendorong peningkatan kapasitas tenaga kesehatan Indonesia. Program tersebut juga mencakup penguatan riset serta pertukaran pengetahuan antara kedua negara.
Yang menjadi sorotan, Leimena Conference 2026 tidak hanya menjadi forum diskusi. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, praktisi kesehatan, dan pemerintah.
Menurut Rod Brazier, kemitraan Australia dan Indonesia bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan primer. Selain itu, kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas inovasi kesehatan yang dapat dirasakan masyarakat.
“Australia bangga menjadi mitra Pemerintah Indonesia dalam perjalanan ini. Karena pada akhirnya tujuan kita sederhana namun sangat penting, masyarakat yang lebih sehat, komunitas yang lebih tangguh, dan masa depan yang lebih baik bagi generasi berikutnya,” ujar Rod Brazier.










