Pencarian KM Nurul Salsa Diperluas, Boeing dan KRI Sisir 192 Mil Laut
Pencarian KM Nurul Salsa memasuki hari ketiga dengan pengerahan pesawat Boeing B737-200, kapal perang, dan kapal SAR untuk menemukan 25 penumpang yang masih hilang di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Tim SAR gabungan memperluas operasi pencarian KM Nurul Salsa setelah data terbaru menunjukkan jumlah orang di atas kapal bertambah menjadi 78 penumpang dan awak. Hingga Jumat (17/7), sebanyak 52 orang ditemukan selamat, satu orang meninggal dunia, dan 25 lainnya masih belum ditemukan.
Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan pihaknya terus memperbarui data korban melalui proses verifikasi di lapangan. Petugas mencocokkan manifes kapal dengan laporan keluarga, pemerintah setempat, dan korban yang telah dievakuasi.
“Dari hasil verifikasi tersebut, terdapat tiga orang yang sebelumnya belum terdata dan dilaporkan hilang oleh keluarganya,” kata Arif.
Dalam operasi hari ketiga, Basarnas mengerahkan KN SAR Kamajaya 104 dengan 32 personel untuk menyisir sektor II di perairan Selayar. Area pencarian yang menjadi tanggung jawab kapal tersebut mencapai sekitar 90 nautical mile persegi.
Boeing B737 dan KRI Marlin Perkuat Operasi SAR
Selain pencarian melalui laut, tim SAR juga mengandalkan jalur udara untuk memperluas jangkauan pemantauan. Pesawat Boeing B737-200 milik Lanud Sultan Hasanuddin diterbangkan dengan membawa 17 personel.
Menurut Arif, pesawat itu bertugas memantau area sekitar lokasi tenggelamnya KM Nurul Salsa. Tim berharap langkah tersebut dapat mempercepat penemuan korban yang terbawa arus.
Sementara itu, KRI Marlin 877 melanjutkan penyisiran di sektor I dengan cakupan area sekitar 102 nautical mile persegi. Pembagian wilayah pencarian dilakukan berdasarkan analisis Search and Rescue Planning atau SARMAP.
Dalam praktiknya, operasi difokuskan pada permukaan laut dan wilayah yang diperkirakan menjadi arah pergerakan korban. Tim mempertimbangkan faktor arus, angin, dan cuaca di perairan Selayar.
Yang menjadi sorotan, KN SAR Kamajaya sempat menemukan sebuah pelampung yang diduga berasal dari KM Nurul Salsa. Namun, gelombang tinggi membuat tim tidak dapat mengevakuasi benda tersebut.
“Temuan pelampung itu akan menjadi salah satu bahan evaluasi untuk menentukan strategi pencarian berikutnya,” ujar Arif.
KM Nurul Salsa sebelumnya dilaporkan tenggelam di perairan barat Pulau Polassi. Kapal tersebut juga membawa muatan berupa 10 ton beras, dua ton kopra, lima ton arang, enam sepeda motor, dan empat ekor sapi.
Basarnas memastikan seluruh unsur SAR gabungan tetap melanjutkan operasi pencarian terhadap korban yang belum ditemukan sesuai rencana operasi yang telah ditetapkan.











