Penerima MBG

Penerima MBG Diprioritaskan untuk Desil Bawah dan Daerah Tertinggal

Penerima MBG diprioritaskan untuk kelompok desil bawah dan daerah tertinggal setelah Presiden Prabowo Subianto meminta program tersebut menyasar masyarakat yang paling membutuhkan.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari mengatakan pemerintah tengah menata ulang sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut dilakukan agar bantuan lebih tepat sasaran.

Menurut Agustina, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar penerima manfaat diprioritaskan bagi masyarakat yang berada di kelompok ekonomi bawah, wilayah tertinggal, serta daerah dengan angka stunting yang tinggi.

Yang perlu diefisiensikan, yang tidak harus menerima lagi program MBG ya silahkan tidak usah menerima lagi. Tetapi mereka yang berada di desil yang di bawah, di daerah yang tertinggal, di daerah yang memang prevalensi stunting-nya tinggi dan sebagainya, silahkan diberikan,” kata Agustina di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/7).

Pemerintah kini menjadikan penataan penerima manfaat sebagai fokus utama. Dalam satu bulan ke depan, kajian mendalam akan dilakukan untuk menentukan mekanisme yang paling tepat.

Pemerintah Kaji Dampak Psikologis Program MBG di Sekolah

Agustina menjelaskan evaluasi tersebut muncul karena kondisi sosial dan ekonomi siswa di setiap sekolah tidak selalu sama. Dalam satu sekolah, terdapat murid yang berasal dari kelompok ekonomi berbeda.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Agustina Arumsari
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Agustina Arumsari

Menurutnya, situasi itu menjadi tantangan dalam pelaksanaan program MBG. Sebab, pemerintah harus mempertimbangkan dampak psikologis apabila hanya sebagian siswa yang menerima bantuan.

Tetapi ada dinamika, bagaimana kalau sekolah itu katakanlah 50 persen, 50 persen ada di desil menengah 6 atau ke bawah,” ujarnya.

Ia menambahkan, keputusan terkait penerima manfaat tidak dapat diambil secara tergesa-gesa. Pemerintah perlu memperhatikan berbagai aspek sebelum menetapkan kebijakan baru.

Jadi seperti tadi, misalnya ada sekolah negeri atau sekolah apa, ya, yang ada muridnya katakanlah 50 persen desilnya menengah sedikit ke bawah, menengah sedikit ke atas, kan berarti nanti jangan sampai ada yang menerima, ada yang tidak. Pertimbangkan secara psikologis,” kata Agustina.

Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan. Program yang menyangkut kebutuhan jutaan masyarakat dinilai memerlukan pertimbangan yang matang.

Karena memang tidak mudah mengambil sebuah kebijakan untuk jutaan orang,” ujarnya.

Saat ini, pemerintah masih membahas berbagai dinamika di lapangan sambil menyusun pola distribusi yang dianggap paling sesuai bagi penerima program Makan Bergizi Gratis.