Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin

PIDI Dokter Internship Tetap Berjalan, Kemenkes Fokus Skrining Jiwa Peserta

PIDI dokter internship tetap berjalan setelah Kementerian Kesehatan memastikan program tidak dihentikan sementara dan memilih memperkuat skrining kesehatan jiwa bagi peserta.

PIDI dokter internship tetap berjalan meski muncul dugaan kasus bunuh diri seorang dokter internship di Kalibata, Jakarta Selatan. Kementerian Kesehatan memastikan tidak ada keputusan untuk menghentikan sementara Program Internship Dokter Indonesia tersebut.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah memilih memperbaiki sistem pencegahan melalui pemeriksaan kesehatan jiwa. Langkah itu dilakukan untuk mendeteksi risiko sejak awal sebelum muncul kejadian yang lebih serius.

Saya rasa cara yang paling benar adalah beresin skrining dulu. Ini kami lakukan untuk memastikan bahwa ini tidak akan ada lagi hal-hal yang potensi bisa terjadi,” kata Budi saat menghadiri Leimena Conference 2026 di Jakarta.

Menurut Budi, Kemenkes akan meminta seluruh peserta PIDI dan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) menjalani skrining kesehatan jiwa ulang.

Kemenkes Perkuat Deteksi Dini Peserta Internship

Skrining kesehatan jiwa menjadi langkah utama yang dipilih pemerintah untuk mencegah risiko bunuh diri. Pemeriksaan tersebut bertujuan menemukan indikasi gangguan mental agar peserta bisa mendapat pendampingan lebih cepat.

Di sisi lain, Budi menyampaikan keprihatinannya terhadap kasus meninggalnya dokter internship tersebut. Namun, penyebab pasti kejadian di Kalibata masih dalam proses pendalaman.

Tapi yang jelas saya sudah minta semua diskrining jiwa sekali lagi. Hal ini dilakukan agar internship, PPDS dengan indikasi bunuh diri ini seharusnya kan bisa ditangani,” ujar Budi.

Program Internship Tidak Dihentikan Sementara

Kemenkes menilai penghentian program bukan menjadi langkah utama saat ini. Pemerintah memilih melakukan tindakan pencegahan dengan memperkuat sistem pendampingan bagi peserta.

Menurut Budi, skrining menjadi cara tercepat untuk mengetahui kondisi peserta yang membutuhkan perhatian khusus. Dengan begitu, pemerintah dapat mengambil langkah penanganan lebih awal.

“Jadi kalau ada indikasi-indikasi, kita bisa ambil tindakan ini cara yang paling cepat yang bisa kami lakukan. Terus terang kami sedih sekali,” ucapnya.

Kasus dugaan bunuh diri dokter internship di Kalibata sebelumnya memunculkan perhatian publik terhadap kondisi peserta PIDI. Peristiwa tersebut juga menimbulkan pertanyaan mengenai keberlanjutan program internship dokter di Indonesia.

Namun, Kemenkes menegaskan fokus saat ini berada pada penguatan perlindungan peserta. Pemerintah melakukan evaluasi melalui skrining kesehatan jiwa terhadap peserta internship dan PPDS.