Penerima Bansos Didorong Masuk Koperasi Merah Putih untuk Usaha

Penerima bansos didorong masuk Koperasi Merah Putih setelah Kementerian Sosial menyiapkan skema pemberdayaan ekonomi dan penyaluran bantuan melalui koperasi.

Kementerian Sosial (Kemensos) mendorong masyarakat penerima bantuan sosial untuk menjadi anggota sekaligus pelaku usaha di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Langkah tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri dan pimpinan lembaga.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan keterlibatan penerima manfaat di koperasi menjadi bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kemensos turut berpartisipasi dalam mendorong penerima manfaat untuk aktif menjadi anggota KDKMP,” kata Gus Ipul dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Selain menjadi anggota, penerima bantuan sosial juga diharapkan dapat memasarkan berbagai produk usahanya melalui jaringan Koperasi Merah Putih yang sedang dikembangkan pemerintah.

Kemensos Uji Coba Penyaluran Bansos Melalui Koperasi

Menurut Gus Ipul, koperasi desa dan kelurahan tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi ekonomi. Dalam praktiknya, koperasi tersebut juga diproyeksikan menjadi sarana distribusi bantuan sosial kepada masyarakat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf
Menteri Sosial Saifullah Yusuf

Kemudian dalam rangka pemberdayaan, diharapkan nanti penerima manfaat bisa menjual produk-produknya ke KDKMP,” ujarnya.

Kemensos membuka peluang agar berbagai program bantuan dapat disalurkan melalui koperasi. Beberapa program yang dipertimbangkan antara lain Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Saat ini, kedua bantuan tersebut masih disalurkan melalui mekanisme transfer tunai. Namun, pemerintah mulai menguji model baru yang memungkinkan masyarakat mengambil bantuan atau langsung berbelanja di koperasi.

Gus Ipul menjelaskan bahwa Kemensos bersama Kementerian Koperasi sedang melakukan uji coba di sejumlah daerah. Keberadaan layanan perbankan dari Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara menjadi salah satu faktor pendukung.

Sekarang sedang dicoba di beberapa tempat. Mudah-mudahan nanti kalau semuanya siap, baik infrastruktur, sumber daya manusia, maupun komoditasnya, KDKMP bisa berjalan,” tuturnya.

Ia menambahkan, penyaluran bantuan melalui Koperasi Merah Putih akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah masih mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, operasional, serta ketersediaan sumber daya di lapangan.

Dengan begitu warga lebih dekat bisa mengambil uangnya atau sekaligus membelanjakan nanti di Koperasi Merah Putih,” kata Gus Ipul.