Revitalisasi 71.744 Sekolah

Revitalisasi 71.744 Sekolah 2026, Kemendikdasmen Siapkan Renovasi TK hingga SMA

Revitalisasi 71.744 sekolah menjadi target besar Kemendikdasmen pada 2026. Program ini mencakup renovasi fasilitas pendidikan dari jenjang TK hingga SMA dengan sistem swakelola.

Revitalisasi 71.744 sekolah menjadi program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada 2026. Pemerintah menyiapkan perbaikan sarana pendidikan melalui mekanisme swakelola yang melibatkan masyarakat sekitar.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan proses revitalisasi akan dikerjakan langsung oleh masing-masing satuan pendidikan. Program tersebut diperkirakan melibatkan sekitar 1,1 juta pekerja dalam rentang waktu tiga hingga delapan bulan.

Program Renovasi Sekolah Melampaui Target Awal

Menurut Mu’ti, pemerintah awalnya menetapkan target revitalisasi 11.744 sekolah dengan anggaran Rp14 triliun. Namun, pemerintah kemudian menambah sasaran hingga mencapai total 71.744 satuan pendidikan.

Perluasan target tersebut mencakup renovasi gedung sekolah mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah Atas. Pemerintah berharap perbaikan fasilitas dapat berjalan melalui keterlibatan langsung sekolah dan masyarakat.

Sementara itu, pada pertengahan Juni 2026, Kemendikdasmen menyebut sekitar 70 persen dari target awal revitalisasi telah selesai. Beberapa sekolah bahkan ditargetkan rampung pada Juli atau Agustus untuk menyambut tahun ajaran baru.

Salah satu sekolah yang masuk program revitalisasi adalah SDN Tanggirejo di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Sekolah tersebut menjadi perhatian publik setelah kondisi ruang kelas yang rusak viral di media sosial.

Kerusakan SDN Tanggirejo terlihat pada beberapa ruang kelas yang mengalami gangguan akibat usia bangunan dan serangan rayap. Kondisi tersebut membuat aktivitas belajar siswa harus menyesuaikan keadaan.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal Kemendikdasmen Gogot Suharwoto mengatakan SDN Tanggirejo masuk tiga prioritas utama penerima revitalisasi.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memastikan ikut membantu proses perbaikan. Koordinasi dengan Kemendikdasmen dilakukan agar rehabilitasi lima ruang kelas dapat segera berjalan.

Berdasarkan rencana, dana bantuan untuk SDN Tanggirejo ditargetkan cair pada Agustus 2026 setelah proses perjanjian kerja sama selesai.