Ekonomi

IHSG Ambruk MSCI, Anjlok 10,41 Persen Jumat Pagi Ini

Bursa Efek Indonesia
Bursa Efek Indonesia

IHSG ambruk MSCI hingga 10,41 persen pada perdagangan Jumat (16/10/2026) usai pengumuman konsultasi reklasifikasi pasar saham Indonesia. Penurunan tajam ini bahkan memicu penghentian sementara perdagangan di Bursa Efek Indonesia.

Pengumuman MSCI tersebut datang di luar jadwal tinjauan indeks reguler yang semestinya berlangsung November 2026. Pasar saham domestik langsung bereaksi keras begitu kabar tersebut beredar.

Kronologi IHSG Ambruk MSCI Hari Ini

Pada awal perdagangan, IHSG langsung terkoreksi 8,01 persen ke level 5.393,92. Penurunan setajam itu memicu trading halt oleh otoritas bursa.

Setelah perdagangan dibuka kembali, tekanan jual masih berlanjut. IHSG bahkan sempat menyentuh titik terendah di level 5.193,22 sebelum sedikit membaik ke posisi 5.253,52 pada pukul 09.59 WIB, atau anjlok 610,26 poin.

Data perdagangan mencatat 780 saham melemah, hanya 16 saham menguat, dan 167 saham stagnan. Nilai transaksi menembus Rp 10,31 triliun dengan frekuensi sekitar 703.500 kali.

Penyebab di Balik Pengumuman MSCI

MSCI membuka konsultasi reklasifikasi setelah sebelumnya memberi peringatan pada Juni 2026. Lembaga itu akan mempertimbangkan perubahan status jika belum melihat kemajuan memadai menjelang tinjauan November 2026.

Namun pada 15 Oktober 2026 waktu setempat, MSCI justru langsung mengumumkan usulan perubahan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Keputusan ini mengejutkan investor maupun pejabat Indonesia, menurut laporan Reuters.

MSCI menyoroti sejumlah persoalan tata kelola pasar modal Indonesia. Isu tersebut mencakup struktur kepemilikan saham yang kurang transparan hingga dugaan aktivitas perdagangan yang terkoordinasi.

Dampak ke Indeks Saham Lainnya

Pelemahan tak hanya terjadi pada IHSG. Jakarta Islamic Index (JII) ikut turun 12,37 persen ke level 303,69, sementara indeks KOMPAS100 melemah 11,85 persen ke level 671,01.

Indeks LQ45 terkoreksi 11,56 persen ke level 521,88, dan IDX30 turun 11,26 persen ke level 291,79. ISSI serta JII70 juga mencatat pelemahan signifikan dalam periode yang sama.

Respons Bursa Efek Indonesia

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan pihaknya bersama OJK telah menjalankan berbagai langkah konkret untuk memperbaiki transparansi pasar modal.

"Dengan mempertimbangkan berbagai kemajuan dan langkah reformasi yang telah dilakukan, BEI akan meminta klarifikasi lebih lanjut kepada MSCI mengenai dasar pertimbangan dan penilaian yang melatarbelakangi pengumuman tersebut," ujar Jeffrey melalui keterangan pers, Jumat (16/10/2026).

Jeffrey menegaskan pengumuman MSCI masih berupa proses konsultasi, bukan keputusan final. Konsultasi tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 30 April 2027, dengan keputusan akhir paling lambat 30 Juni 2027.

Situasi ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar saham Indonesia terhadap sinyal dari lembaga indeks global. Investor kini menanti langkah lanjutan BEI dan OJK dalam merespons rencana reklasifikasi MSCI tersebut.