Harta Sudaryono Rp31.39 miliar

Harta Sudaryono Rp31,39 Miliar Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Gantikan Nanik

Harta Sudaryono Rp31,39 miliar menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Nanik S Deyang.

Harta Sudaryono Rp31,39 miliar tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara atau LHKPN setelah dirinya mendapat tugas baru memimpin Badan Gizi Nasional.

Presiden Prabowo Subianto menunjuk Sudaryono sebagai Kepala BGN usai Nanik S Deyang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Sudaryono sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian.

Sudaryono dijadwalkan menjalani pelantikan sebagai Kepala BGN pada Rabu, 22 Juli 2026. Penunjukan tersebut membuat profil dan laporan kekayaannya kembali menjadi perhatian publik.

Rincian Kekayaan Sudaryono dalam LHKPN KPK 2026

Berdasarkan laporan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi, Sudaryono menyampaikan LHKPN pada 29 Maret 2026. Dalam laporan itu, total kekayaannya mencapai Rp31,39 miliar.

Yang menjadi sorotan, Sudaryono memiliki aset tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp69,69 miliar. Aset tersebut tersebar di sejumlah wilayah.

Beberapa aset properti tercatat berada di Bogor, Tangerang Selatan, dan Depok. Salah satunya berupa tanah serta bangunan seluas 144 meter persegi dengan luas bangunan 200 meter persegi di Bogor.

Sementara itu, Sudaryono juga memiliki tanah dan bangunan di Tangerang Selatan dengan luas 25 meter persegi. Selain itu, terdapat aset properti lain di Depok dengan luas tanah 108 meter persegi dan bangunan 150 meter persegi.

Di sisi kendaraan, Sudaryono melaporkan aset senilai Rp1,07 miliar. Koleksi kendaraan tersebut terdiri dari dua mobil Toyota Fortuner, dua mobil Toyota Innova, dan satu sepeda motor bebek.

Tak hanya itu, laporan LHKPN mencatat Sudaryono mempunyai surat berharga senilai Rp7,64 miliar. Ia juga memiliki kas dan setara kas sebesar Rp13,34 miliar.

Di sisi lain, Sudaryono tercatat memiliki utang sebesar Rp60,36 miliar. Setelah memperhitungkan seluruh aset dan kewajiban, total harta kekayaannya tercatat Rp31,39 miliar.

Secara faktual, laporan kekayaan tersebut menjadi bagian dari kewajiban pejabat negara dalam menyampaikan transparansi aset kepada KPK. Sudaryono kini akan menjalankan tugas baru sebagai Kepala BGN setelah sebelumnya berada di sektor pertanian.