Film reboot Street Fighter 2026 tayang perdana di bioskop Amerika Serikat pada 16 Oktober 2026 dan langsung mencatat pembukaan terbesar sepanjang sejarah franchise ini. Meski meraup 31 juta dolar AS dalam akhir pekan pertama, film arahan Kitao Sakurai itu hanya memperoleh skor 41 persen dari kalangan kritikus di Rotten Tomatoes.
Berdasarkan data Weekend Box Office yang dihimpun Rotten Tomatoes dan dilaporkan Deadline pada 19 Oktober 2026, Street Fighter 2026 tampil di 3.575 bioskop domestik. Pendapatan global film ini mencapai 51,1 juta dolar AS, dengan kontribusi pasar internasional sebesar 20,1 juta dolar AS dari 65 negara.
Kantor berita Xinhua turut mencatat capaian tersebut lewat data firma pengukur Rentrak. Posisi puncak box office Amerika Utara berhasil direbut Street Fighter 2026, mengalahkan dokumenter A24 berjudul You Can See Everything yang membukukan 15 juta dolar AS.
Rekor Pembukaan Franchise Berkat Street Fighter 2026
Angka 31 juta dolar AS menjadikan Street Fighter 2026 sebagai pembukaan domestik terbesar sepanjang sejarah adaptasi layar lebar game Capcom tersebut. Film pendahulu tahun 1994 yang dibintangi Jean-Claude Van Damme hanya meraih sekitar 9,5 juta dolar AS pada pekan pembuka, menurut data Box Office Mojo.
Sementara itu, Street Fighter: The Legend of Chun-Li yang rilis tahun 2009 bahkan lebih lemah. Film tersebut cuma mengumpulkan 4,7 juta dolar AS saat pekan pertama dan berhenti di angka total 8,7 juta dolar AS seumur tayangnya, menurut catatan The Numbers.
Jurang Lebar Kritikus dan Penonton
Di balik rekor pembukaan itu, sambutan kritikus justru terasa dingin. Street Fighter 2026 hanya mengantongi skor 41 persen dari seratus lebih ulasan di Rotten Tomatoes per 19 Oktober 2026.
Kritikus Bill Bria dari /Film menyebut film ini "gado-gado aksi bela diri warna-warni dengan rasa pahit di akhir." Penilaian serupa juga muncul dari sejumlah media lain yang menyoroti alur cerita longgar dan humor yang terasa kekanakan.
Berbeda dengan kritikus, penonton justru memberikan apresiasi lebih tinggi. Skor Popcornmeter penonton bertengger di angka 79 persen, jauh di atas penilaian kritikus. CinemaScore turut mencatat nilai B- dari responden bioskop opening weekend.
Suara di Balik Layar
Tim produksi sempat buka suara soal pendekatan laga di film ini sebelum rilis. "Kami tidak ingin menyeragamkan adegan tarung atau mengubah Street Fighter jadi tontonan generik," ujar tim produksi dalam sesi pers akhir pekan pembuka, dikutip dari laporan media hiburan Amerika Serikat.
Pernyataan itu seolah menjawab kritik soal koreografi laga yang dianggap kurang tajam dibanding ekspektasi penggemar video game. Meski begitu, elemen visual dan desain karakter tetap mendapat pujian dari sebagian resensi.
Tanggapan Warganet dan Peluang Sekuel
Di media sosial, warganet ramai membandingkan rating kritikus dengan rating penonton. Banyak pengguna menilai kritikus terlalu keras menyoroti alur cerita, sementara penggemar game justru puas dengan referensi visual dari Street Fighter II. Perbincangan ini turut mendorong topik film menjadi trending di platform X pada akhir pekan rilis.
Adegan pasca-kredit turut menjadi bahan perbincangan. Sejumlah media hiburan menilai adegan tersebut membuka peluang sekuel, meski belum ada konfirmasi resmi dari Paramount Pictures soal kelanjutan cerita.
Bayang-Bayang Biaya Produksi
Street Fighter 2026 menelan biaya produksi sekitar 82 juta dolar AS. Dengan pendapatan global 51,1 juta dolar AS di pekan pembuka, film ini belum menutup ongkos produksinya sendiri.
Analis pasar sebelumnya memproyeksikan pembukaan global berkisar 70 juta dolar AS. Hasil nyata yang lebih rendah dari estimasi itu memunculkan tanda tanya soal performa film di pekan-pekan berikutnya. Jika penurunan pendapatan terlalu tajam pada pekan kedua, peluang produksi sekuel bisa menyusut drastis.
Secara keseluruhan, capaian Street Fighter 2026 menggambarkan situasi ganda. Film ini mencetak rekor franchise, namun gagal memuaskan kalangan kritikus dan belum memenuhi ekspektasi analis pasar modal hiburan.