Hiburan

Box Office Street Fighter 2026 Meleset, Sekuel Terancam

Box Office Street Fighter 2026
Box Office Street Fighter 2026

Box office Street Fighter 2026 terus dipantau analis Hollywood sejak akhir pekan perdana pada 18 Oktober 2026. Pendapatan global 51,1 juta dolar AS dinilai meleset dari proyeksi awal sekitar 70 juta dolar AS, memunculkan keraguan soal kelanjutan franchise.

Media industri Gagadget melaporkan pada 19-20 Oktober 2026 bahwa pendapatan global Street Fighter 2026 tertahan di angka 51,1 juta dolar AS. Jumlah itu merujuk data yang dihimpun Deadline dari seluruh wilayah rilis.

Target Analis Box Office Street Fighter 2026 Tak Tercapai

Sebelum rilis, kalangan analis memproyeksikan bukaan global berkisar 70 juta dolar AS untuk Street Fighter 2026. Kenyataan di lapangan jauh di bawah angka tersebut, meski status juara box office domestik tetap diraih.

Biaya produksi film ini tercatat 82 juta dolar AS. Dengan pendapatan global yang belum menutup ongkos produksi, studio masih harus menunggu performa pekan-pekan berikutnya sebelum balik modal.

Posisi di Antara Adaptasi Game Lain

Dibandingkan sesama adaptasi video game, pembukaan domestik Street Fighter 2026 sebesar 31 juta dolar AS sedikit di atas Masters of the Universe yang meraih 29,4 juta dolar AS. Namun angka itu masih kalah dari Mortal Kombat II yang membukukan 38,5 juta dolar AS, menurut perbandingan Gagadget.

Capaian ini memang melampaui gabungan bukaan dua film Street Fighter sebelumnya, menurut catatan Screen Rant. Meski begitu, standar tersebut tergolong rendah karena kedua pendahulu sama-sama dikenal sebagai box office flop.

Skor Kritikus Bergerak, Sinyal Dingin Berlanjut

Skor Tomatometer Street Fighter 2026 sempat tercatat 41 persen pada 19 Oktober 2026, lalu bergeser ke 42 persen sehari berikutnya seiring bertambahnya jumlah ulasan. Skor audiens Popcornmeter relatif stabil di kisaran 79 persen.

Gagadget dalam laporan terbarunya menyebut capaian ini sebagai "rekor dengan akhir yang lunak." Istilah tersebut merujuk pada kesenjangan antara status juara box office dan pencapaian finansial yang di bawah ekspektasi.

Koreografi laga disebut tetap menjadi faktor penentu loyalitas penonton pada genre film laga video game. Pekan kedua akan menunjukkan apakah skor audiens 79 persen mampu menjaga momentum dari mulut ke mulut.

Nasib Sekuel di Ujung Tanduk

Slashfilm menyoroti situasi Street Fighter 2026 yang berada di posisi serba tanggung, mirip nasib Mortal Kombat II yang gagal mengamankan masa depan franchisenya lewat bukaan box office. Status itu membuat keputusan produksi sekuel belum bisa diambil dalam waktu dekat.

Adegan pasca-kredit yang sempat menuai perhatian disebut membuka jalan cerita lanjutan. Namun hingga kini, Paramount Pictures belum memberikan pernyataan resmi soal lampu hijau sekuel.

Pasar internasional turut menjadi sorotan karena kontribusinya baru mencapai 20,1 juta dolar AS dari 65 negara. Porsi internasional yang lebih kecil dibanding domestik dinilai menjadi salah satu penyebab pendapatan global tertahan di bawah proyeksi.

Reaksi Industri soal Masa Depan Adaptasi Game

Kesuksesan relatif Street Fighter 2026 dibanding pendahulunya memunculkan optimisme baru soal adaptasi video game di Hollywood. Sejumlah pengamat menilai genre ini masih punya pasar, asalkan eksekusi cerita dan koreografi digarap lebih matang.

Di sisi lain, performa box office yang di bawah proyeksi turut menjadi peringatan bagi studio lain yang tengah menyiapkan adaptasi game serupa. Anggaran besar tanpa diimbangi strategi pemasaran matang berisiko mengulang pola box office yang sama.

Investor dan analis pasar hiburan disebut akan terus memantau tren pendapatan harian Street Fighter 2026 selama dua pekan ke depan. Data tersebut nantinya menjadi acuan utama sebelum keputusan produksi sekuel resmi diumumkan.

Dengan rekor domestik di tangan namun target global belum tercapai, performa Street Fighter 2026 pada pekan-pekan mendatang akan menentukan arah franchise ini selanjutnya.