Aber Kawas resmi memenangkan kursi Senat Negara Bagian New York pada Selasa, 3 November 2026 waktu setempat. Perempuan keturunan Palestina ini tercatat sebagai warga Palestina-Amerika pertama yang duduk di legislatif New York.
Kemenangan Kawas terjadi di tengah gelombang pemilu paruh waktu Amerika Serikat 2026. Ia bertarung memperebutkan kursi Senat Negara Bagian New York Distrik 12 yang mencakup kawasan Queens, termasuk wilayah Astoria.
Media Siasat Daily melaporkan Kawas meraih sekitar 75 persen suara. The New York Times memanggil kemenangannya pada Selasa malam, saat 90 persen surat suara telah dihitung.
Kemenangan Telak di Senat New York Distrik 12
Hasil pemilu tersebut membuat Kawas tercatat ganda dalam sejarah politik New York. Selain menjadi warga Palestina-Amerika pertama di legislatif negara bagian itu, ia juga perempuan berhijab pertama yang terpilih ke lembaga tersebut.
Usai kemenangan diumumkan, Kawas menyampaikan rasa syukurnya lewat media sosial X. "Kami mencatat sejarah," tulis Kawas, disertai bendera Palestina, sebagaimana dikutip Siasat Daily.
Perlu dicatat, kursi yang dimenangkan Kawas berada di tingkat negara bagian New York, bukan Senat federal Amerika Serikat. Ia akan bertugas di gedung legislatif negara bagian di Albany, ibu kota New York.
Anak Pengungsi Palestina yang Besar di Brooklyn
Kawas lahir dan dibesarkan di Brooklyn dari pasangan orang tua Palestina yang berimigrasi ke Amerika Serikat pada dekade 1990-an. Ia tumbuh di tengah tekanan kebijakan imigrasi yang ketat.
Ayah Kawas sempat ditahan otoritas imigrasi AS lalu dideportasi. Peristiwa itu disebutnya sebagai salah satu luka terdalam dalam hidupnya, seperti dikutip dari laporan Siasat Daily.
Kawas menamatkan studi di City College of New York pada 2014 dengan konsentrasi Studi Internasional dan Amerika Latin. Latar pendidikan itu kelak membentuk arah aktivismenya di komunitas Arab dan Muslim New York.
Dukungan Zohran Mamdani hingga Bernie Sanders
Sebagai anggota Democratic Socialists of America (DSA), Kawas mengusung slogan kampanye "Fund dignity, fight destruction". Fokus isunya meliputi perumahan terjangkau, layanan kesehatan universal, dan transportasi publik.
Ia juga menyoroti reformasi imigrasi, aksi iklim, serta penolakan terhadap dana perang yang mengalir ke Israel. Sikap itu konsisten dengan latar belakang aktivismenya selama lebih dari 15 tahun.
Dukungan politik mengalir deras ke kampanye Kawas. Wali Kota New York Zohran Mamdani, Senator Bernie Sanders, dan Anggota Kongres Rashida Tlaib memberikan endorsement terbuka kepadanya.
Sebelum terjun ke politik elektoral, Kawas aktif di Council on American-Islamic Relations (CAIR) cabang New York dan Urban Justice Center. Fokusnya kala itu meliputi hak pekerja, komunitas imigran, dan isu Palestina.
Dalam wawancara dengan Jacobin, Kawas menegaskan perjuangannya tidak berhenti di isu lokal. "Kami mencoba membela sesama manusia," ujarnya, menghubungkan gerakan pembebasan Palestina dengan isu domestik Amerika Serikat.
Diterpa Kritik, Tetap Melaju ke Albany
Perjalanan Kawas menuju Senat New York tidak selalu mulus. Sejumlah media sayap kanan menyerang identitas Palestina dan sikap politiknya selama masa kampanye berlangsung.
Kawas dan para pendukungnya menolak kritik tersebut. Mereka menilainya sebagai upaya menjatuhkan pencalonan berbasis identitas, bukan kritik substantif atas program kerjanya.
Dalam program Democracy Now!, Kawas sempat menyinggung kebanggaannya atas pencapaian ini. "Sungguh luar biasa menjadi perempuan Palestina dan Muslim pertama di Legislatif Negara Bagian New York," katanya.
Kemenangan Kawas kini menambah jumlah terbatas warga Palestina-Amerika yang pernah menduduki jabatan politik tingkat negara bagian di Amerika Serikat.
Kiprah Aber Kawas di Senat New York akan menjadi sorotan ke depan. Kebijakan yang ia usung, mulai perumahan hingga sikap terhadap Gaza, berpotensi mewarnai dinamika politik Albany pada masa jabatannya.