banjir bandang Nepal, cakrawala world

Banjir Bandang Nepal Tewaskan 157 Orang, 341 WNA Hilang

Banjir bandang Nepal menewaskan sedikitnya 157 orang pada Rabu (26/8/2026), sementara 403 orang masih dilaporkan hilang.

Banjir bandang Nepal menerjang sejumlah wilayah pada Rabu (26/8/2026). Bencana itu menewaskan sedikitnya 157 orang.

Sementara itu, otoritas mencatat 403 orang masih hilang setelah air bah menyapu permukiman. Sebanyak 341 orang di antaranya merupakan warga negara asing.

Wilayah Nuwakot dan Rasuwa menjadi kawasan yang mengalami kerusakan parah. Lumpur dan puing menutup bangunan, kendaraan, jalan, serta sejumlah infrastruktur.

Banjir Bandang Nepal Memutus Akses Wilayah

Di lapangan, derasnya aliran air membuat sejumlah wilayah terisolasi. Banjir juga menghancurkan jembatan dan ruas jalan yang menghubungkan sejumlah kawasan.

Yang menarik, warga di beberapa lokasi hanya memiliki waktu sangat singkat untuk menyelamatkan diri. Kondisi itu terlihat dari kesaksian warga Dhunge Bazaar.

Ketika saya sampai di Dhunge Bazaar, dalam setengah jam banjir datang dan merusak seluruh pasar.

Warga bernama Shoyam Rajbhandari mengatakan orang-orang sedang bersiap berangkat ke kantor ketika banjir menerjang.

Gletser Diduga Memicu Banjir di Himalaya

Secara faktual, para ahli menduga longsoran es dan batu dari gletser memicu bencana tersebut. Kawasan Himalaya juga terus mengalami penghangatan.

Selain itu, banjir menerjang Kabupaten Rasuwa di bagian utara Nepal. Air deras turut merusak infrastruktur listrik di kawasan tersebut.

Karena itu, pemerintah Nepal memperingatkan warga agar menjauhi tepian sejumlah sungai. Sungai yang masuk dalam peringatan ialah Trishuli, Bhotekoshi, dan Narayani.

Bencana juga berdampak pada jalur perjalanan menuju Gunung Kailash di Tibet. Rasuwa menjadi salah satu rute penting bagi wisatawan dan peziarah.

Namun, kawasan tersebut sedang memasuki periode monsun. Kondisi itu membuat jalur tersebut tidak berada pada musim trekking paling ideal.

Dengan kata lain, banjir bandang Nepal tidak hanya menghantam permukiman. Bencana juga mengganggu akses jalan dan perjalanan di kawasan Himalaya.