Gangguan Kencing Malam Hari Bisa Ganggu Fungsi Ginjal
Gangguan kencing malam hari dapat menjadi tanda masalah prostat dan berisiko mengganggu fungsi ginjal jika tidak diperiksa.
Gangguan kencing malam hari kerap muncul pada orang dengan masalah prostat. Kondisi ini membuat seseorang berulang kali terbangun untuk buang air kecil.
Spesialis urologi Bethsaida Hospital, dr Boyke Budiman Sumantri, SpU, mengatakan pasien juga bisa merasa kencing tidak tuntas.
Namun, gangguan pola kencing tidak selalu berkaitan dengan prostat. Diabetes atau kencing manis juga dapat memicu keluhan serupa.
Gangguan Kencing Malam Hari Jangan Diabaikan
Karena itu, pemeriksaan menjadi penting ketika keluhan mulai muncul. Menurut dr Boyke, kencing yang tidak tuntas dapat meningkatkan tekanan menuju ginjal.
Dalam kondisi tersebut, sisa urine tetap berada di kandung kemih. Tekanan dari urine berikutnya kemudian dapat mendorong tekanan kembali ke arah ginjal.
“Tekanan yang tidak bisa keluar akan berbalik ke arah ginjal.”
Lebih jauh, dr Boyke menjelaskan urine tidak sepenuhnya steril. Tekanan yang terus meningkat dapat mengganggu fungsi ginjal.
Kencing Tidak Tuntas Bisa Berujung Cuci Darah
Dalam praktiknya, gangguan tersebut dapat berkembang menjadi gagal ginjal. Kondisi itu bisa membuat pasien membutuhkan cuci darah atau transplantasi ginjal.
Ia memberikan gambaran mengenai urine yang tertinggal di kandung kemih. Jika kapasitasnya 300 mililiter, tetapi 150 mililiter masih tersisa, tekanan dapat terus meningkat.
Akibatnya, tekanan tersebut dapat bergerak ke arah ginjal. Karena itu, keluhan kencing tidak tuntas perlu mendapat pemeriksaan medis.
Yang perlu digarisbawahi, pemeriksaan sejak gejala awal masih memberi peluang kondisi kembali normal. Sebaliknya, keterlambatan dapat membuat fungsi ginjal sudah terganggu.
Pada kondisi tersebut, pasien mungkin perlu menjalani pemeriksaan dokter penyakit dalam khusus ginjal. Bahkan, cuci darah dapat menjadi pilihan ketika fungsi ginjal telah terganggu.











