Dana White Sebut Rivalitas Khamzat Chimaev Terpanas Setelah Khabib
Cakrawala World – Khamzat Chimaev kembali menjadi pusat perhatian UFC setelah Presiden UFC Dana White menyebut rivalitasnya dengan Sean Strickland sebagai salah satu perseteruan paling panas dalam sejarah organisasi tersebut. Menjelang UFC 328 di Prudential Center, Newark, tensi di antara kedua petarung dinilai sudah melampaui rivalitas biasa dalam dunia mixed martial arts.
Dana White bahkan menempatkan duel Khamzat Chimaev melawan Sean Strickland tepat di bawah rivalitas legendaris Conor McGregor kontra Khabib Nurmagomedov dari sisi kebencian personal.
“Khamzat melawan Strickland punya kebencian yang nyata. Saya menempatkannya nomor dua setelah Conor dan Khabib,” ujar Dana White dalam wawancara di WFAN The Carter Show.
Pernyataan itu langsung memicu perhatian besar karena White jarang memberikan penilaian setinggi itu terhadap rivalitas antarpetarung UFC.
Dalam sudut pandang ini, UFC 328 bukan hanya perebutan sabuk kelas menengah. Pertarungan tersebut juga menjadi ajang pembuktian dua petarung elite yang selama berbulan-bulan terus menyerang satu sama lain di depan publik.
Dana White Nilai Rivalitas Khamzat Chimaev Sangat Personal
Dana White menjelaskan alasan dirinya menilai rivalitas Khamzat Chimaev dan Sean Strickland berbeda dibanding pertarungan lain di UFC. Menurutnya, kebencian di antara keduanya terasa alami dan bukan sekadar bagian dari promosi pertandingan.
Ia mengingat kembali bagaimana rivalitas Conor McGregor dan Khabib Nurmagomedov memuncak pada UFC 229 tahun 2018. Saat itu, ketegangan berubah menjadi keributan besar setelah pertandingan selesai.
Meski begitu, White melihat pola serupa mulai muncul dalam duel Chimaev dan Strickland. Bahkan sebelum UFC 328 dimulai, keduanya sudah beberapa kali nyaris bentrok secara fisik.
Yang jadi sorotan, Dana White menilai kedua petarung memang benar-benar tidak menyukai satu sama lain. Hal itu terlihat dari cara mereka berbicara dalam konferensi pers maupun media sosial.
“Dua petarung terbaik dunia yang benar-benar tidak saling suka. Ini akan menjadi malam besar,” kata White.

Pada titik ini, UFC juga meningkatkan pengamanan selama rangkaian promosi UFC 328 berlangsung di Newark.
Kericuhan Face Off Perkuat Panasnya Duel UFC 328
Ketegangan antara Khamzat Chimaev dan Sean Strickland semakin memanas setelah insiden face off resmi UFC 328. Dalam sesi tersebut, keduanya harus dipisahkan petugas keamanan setelah Chimaev melepaskan tendangan ke arah lawannya.
Keributan terjadi di atas panggung RWJBarnabas Health Hockey House yang dipadati penggemar UFC. Bahkan sejumlah penonton dilaporkan tidak bisa masuk arena karena kapasitas lokasi penuh.
Sean Strickland langsung meluapkan kemarahannya lewat media sosial usai kejadian tersebut. Ia menyebut tindakan Chimaev sebagai sikap pengecut.
Di sisi lain, Khamzat Chimaev terlihat santai setelah insiden itu terjadi. Petarung berjuluk “Borz” tersebut mengunggah video singkat sambil tertawa di media sosial.
Dalam praktiknya, perseteruan ini berkembang jauh lebih agresif dibanding duel perebutan gelar UFC pada umumnya. Beberapa pernyataan kedua petarung juga sempat memicu kontroversi di luar dunia olahraga.
Yang kerap luput diperhatikan, rivalitas ini sudah berlangsung sejak lama. Sean Strickland sebelumnya pernah menyebut Khamzat Chimaev tidak layak mendapatkan perebutan gelar karena dinilai hanya mengandalkan popularitas.
Namun pada akhirnya, Chimaev justru berhasil merebut sabuk kelas menengah UFC setelah mengalahkan Dricus du Plessis pada 2025.
Khamzat Chimaev Datang dengan Rekor Tak Terkalahkan
Khamzat Chimaev memasuki UFC 328 dengan catatan sempurna sepanjang karier profesional MMA. Petarung asal Chechnya itu belum pernah kalah sejak memulai kariernya di dunia seni bela diri campuran.
Terakhir, Chimaev sukses mengalahkan Dricus du Plessis melalui kemenangan angka mutlak di Chicago pada Agustus tahun lalu. Kemenangan tersebut mengantarkannya menjadi juara kelas menengah UFC.
Sementara itu, Sean Strickland datang sebagai mantan juara yang ingin merebut kembali gelarnya. Petarung asal Amerika Serikat itu sebelumnya kalah dua kali dari Dricus du Plessis dalam perebutan sabuk kelas menengah.
Jika dibandingkan, kondisi keduanya menjelang UFC 328 sangat berbeda. Chimaev datang sebagai juara tak terkalahkan, sedangkan Strickland mencoba mengakhiri tren inkonsisten dalam pertarungan perebutan gelar.
Meski begitu, rivalitas panas di luar arena justru menjadi faktor utama yang membuat UFC 328 mendapat perhatian besar dari penggemar MMA dunia.
Keterangan jumlah kata isi artikel: 645 kata










