penyaluran Biodiesel B50 di Sumut

Penyaluran Biodiesel B50 di Sumut Capai 73,2 Persen pada Awal Juli 2026

Penyaluran Biodiesel B50 di Sumut terus berjalan bertahap dengan cakupan mencapai 73,2 persen pada pekan pertama Juli 2026 sebagai bagian dari program energi baru terbarukan pemerintah.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara mulai mendistribusikan Biodiesel B50 ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sumatera Utara. Program tersebut merupakan implementasi kebijakan pemerintah dalam pemanfaatan energi baru terbarukan melalui pencampuran biodiesel pada Biosolar.

Hingga pekan pertama Juli 2026, realisasi penyaluran Biodiesel B50 di Sumut telah mencapai sekitar 73,2 persen dari total lembaga penyalur yang ditargetkan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional PT Pertamina Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan distribusi akan terus berlangsung hingga seluruh SPBU beralih ke Biosolar B50 sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pertamina Siapkan Rantai Distribusi Biodiesel B50 di Sumut

Fahrougi menjelaskan Pertamina telah mempersiapkan seluruh rantai operasional untuk mendukung penerapan Biodiesel B50 di Sumatera Utara.

Persiapan tersebut meliputi penerimaan fatty acid methyl ester (FAME), penyediaan fasilitas penyimpanan, hingga proses pencampuran bahan bakar di terminal BBM.

Penyaluran akan terus dilaksanakan secara bertahap hingga seluruh lembaga penyalur beralih ke Biosolar B50 sesuai jadwal implementasi,” ujar Fahrougi, Sabtu (11/7/2026).

Menurutnya, langkah itu dilakukan agar distribusi bahan bakar kepada masyarakat tetap berjalan normal selama masa transisi menuju penggunaan Biodiesel B50.

Selain itu, Pertamina juga terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan proses implementasi berlangsung lancar.

Di sisi lain, perusahaan menegaskan bahwa perubahan komposisi Biosolar tidak akan mengganggu pelayanan maupun ketersediaan BBM di SPBU.

Pertamina memastikan seluruh proses penyaluran dilakukan dengan mengedepankan keandalan operasional sehingga distribusi BBM kepada masyarakat tetap berjalan optimal selama masa transisi,” katanya.

Program Biodiesel B50 sendiri menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas pemanfaatan energi terbarukan di sektor transportasi dan industri.

Sementara itu, Pertamina meminta masyarakat tetap tenang selama proses implementasi berlangsung karena penyaluran dilakukan secara bertahap.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang karena implementasi Biosolar B50 dilakukan secara bertahap tanpa mengganggu pelayanan maupun ketersediaan BBM di SPBU,” ujar Fahrougi.