program sawah Papua

Program Sawah Papua Diklaim Tingkatkan Pendapatan Petani

Program sawah Papua disebut membawa dampak ekonomi bagi masyarakat setelah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap adanya peningkatan pendapatan petani hingga puluhan juta rupiah.

Di tengah polemik mengenai pengelolaan lahan di Papua, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan perkembangan terbaru program cetak sawah yang dijalankan pemerintah. Ia menyebut masyarakat setempat justru meminta perluasan area pertanian.

Menurut Amran, berbagai tudingan mengenai pengambilalihan tanah tidak sesuai dengan aspirasi yang ia terima saat melakukan kunjungan kerja ke Papua.

Ketika saya di bandara hendak pulang, masyarakat mencegat saya bukan untuk menolak, tetapi meminta tambahan lahan cetak sawah hingga ribuan hektare,” tuturnya.

Masyarakat Papua Minta Perluasan Lahan Pertanian

Yang menarik, pemerintah mengklaim telah membangun sekitar 137 ribu hektare lahan pertanian yang tetap menjadi milik warga. Pada saat yang sama, berbagai fasilitas penunjang ikut disalurkan untuk mendukung produktivitas petani.

Amran menjelaskan bahwa pemerintah mengirim ratusan alat mesin pertanian, membangun irigasi, dan membentuk Brigade Pangan di sejumlah wilayah Papua.

Selain itu, pengembangan pertanian tidak hanya berfokus pada sawah. Pemerintah juga mendukung komoditas yang sesuai dengan kondisi lokal, seperti sagu dan kelapa.

Secara faktual, Amran mengungkap adanya petani yang memperoleh lahan garapan seluas tiga hingga empat hektare. Dari lahan tersebut, sebagian petani disebut mampu meraih penghasilan bersih sekitar Rp15 juta hingga Rp20 juta setiap bulan.

Petani di sana menyampaikan sendiri bahwa mereka mendapat lahan untuk dikelola dan penghasilannya meningkat hingga sekitar Rp15 juta sampai Rp20 juta per bulan,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah menempatkan program pertanian Papua sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan nasional. Karena itu, Amran mengajak pelajar dan generasi muda untuk memeriksa setiap informasi secara kritis.

Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu melihat langsung fakta di lapangan dan mendengar pengalaman warga yang telah menerima manfaat dari program tersebut.