Hasil Uji Reagen Makanan MBG Nganjuk Negatif Sianida dan Formalin
Uji reagen makanan MBG yang dilakukan RS Bhayangkara Nganjuk menunjukkan kadar sianida, nitrit, dan formalin negatif pada sampel menu yang diduga menyebabkan keracunan siswa.
Uji reagen makanan MBG dilakukan tim RS Bhayangkara Kabupaten Nganjuk terhadap sampel menu yang diduga memicu keracunan siswa SMAN 3 Nganjuk. Pemeriksaan digelar tak lama setelah insiden terjadi, Rabu (2/9/2026).
Kepala RS Bhayangkara, AKBP drg. Wahyu Ari Prananto, menjelaskan tiga kandungan berbahaya menjadi fokus pemeriksaan. Hasilnya, ketiganya dinyatakan negatif.
“Kami memeriksa pakai reagen, sekilas saja. Hasilnya kadar sianida, nitrit, dan formalin negatif,” katanya kepada Tribun Jatim Network, Kamis (3/9/2026).
Metode Reagen Jadi Langkah Awal Pemeriksaan
Pemeriksaan reagen dipilih sebagai metode cepat untuk mendeteksi kandungan zat berbahaya pada makanan. Cara ini digunakan sebelum sampel dikirim ke uji laboratorium lebih lanjut.
Menu yang diperiksa meliputi nasi goreng, ayam suwir, tahu bulat, telur dadar, acar, dan semangka. Seluruh menu tersebut disajikan kepada siswa dalam wadah ompreng.
Ditemukan Tanda Pembusukan Lewat Uji Organoleptik
Kendati demikian, hasil negatif reagen bukan berarti makanan sepenuhnya aman. Pada uji organoleptik, dua item makanan ditemukan sudah mengalami pembusukan.
“Yang kami dapatkan lewat organoleptik adalah kerusakan pada makanan. Makanan itu sudah proses pembusukan pada siang hari,” paparnya.
Pembusukan paling menonjol terjadi pada nasi goreng dan ayam suwir. Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk kini melanjutkan pengujian laboratorium untuk memastikan penyebab pasti keracunan.











