Pemerintah pusat mengucurkan dana Rp15 miliar untuk membantu penanganan karhutla Banjarbaru yang telah membakar 1.919,2 hektare lahan. Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby memastikan anggaran tersebut dimanfaatkan secara tepat sasaran.
Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, masih berjuang menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan hingga awal Oktober 2026. Kondisi ini mendorong pemerintah pusat turun tangan dengan menggelontorkan anggaran khusus penanganan karhutla.
Bantuan sebesar Rp15 miliar tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya pengendalian api di lapangan. Pemerintah Kota Banjarbaru menyambut baik dukungan ini sebagai modal tambahan menghadapi musim kemarau yang masih berisiko tinggi.
Bantuan Dana Rp15 Miliar Cair untuk Banjarbaru
Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby mengonfirmasi penerimaan dana bantuan dari pemerintah pusat tersebut. Menurutnya, anggaran itu akan disalurkan secara terukur sesuai kebutuhan penanganan karhutla di lapangan.
"Nah, dana tersebut kita maksimalkan supaya tepat sasaran ya penggunaannya. Ada, 15 M lah," ujar Lisa.
Lisa menegaskan, dukungan anggaran pusat menjadi salah satu kunci meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran. Dana ini juga berfungsi mencegah api meluas ke kawasan permukiman maupun hutan di sekitarnya.
Penyaluran bantuan ini turut menjadi sinyal perhatian serius pemerintah pusat terhadap kondisi Banjarbaru. Wilayah ini memang dikenal rawan kebakaran lahan gambut saat kemarau panjang tiba.
Luas Karhutla Banjarbaru Tembus 1.919 Hektare
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat perkembangan yang cukup mengkhawatirkan. Per 6 Oktober 2026, kebakaran lahan di Banjarbaru sudah terjadi sebanyak 312 kali.
Total luas lahan yang terbakar mencapai 1.919,2 hektare sejak awal musim kemarau. Angka tersebut menggambarkan betapa luasnya dampak karhutla terhadap wilayah Banjarbaru tahun ini.
Tingginya frekuensi kejadian membuat petugas gabungan harus bekerja ekstra di berbagai titik. Kondisi lahan gambut yang mudah terbakar menjadi salah satu tantangan utama pemadaman.
Pemkot Perkuat Sinergi dengan TNI, Polri, dan Relawan
Selain mengandalkan bantuan anggaran, Pemkot Banjarbaru juga memperkuat koordinasi lintas unsur. TNI, Polri, hingga relawan dilibatkan aktif dalam kesiapsiagaan menghadapi karhutla dan dampak kabut asap.
Lisa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap waspada. Ia menilai ancaman kebakaran di Banjarbaru belum sepenuhnya mereda meski bantuan sudah diterima.
"Untuk saat ini dalam menangani kebakaran hutan dan lahan, tentunya kita tetap waspada. Kita mendorong semua, melibatkan TNI, Polri, relawan, semua kita libatkan untuk tetap waspada dalam penanganan karhutla saat ini," katanya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak. Warga pun diimbau turut menjaga lingkungan agar potensi kebakaran dapat ditekan.
Dengan bantuan Rp15 miliar dan sinergi berbagai unsur, Pemkot Banjarbaru optimistis penanganan karhutla berjalan lebih maksimal. Kewaspadaan tetap menjadi kunci utama hingga musim kemarau benar-benar berakhir.