Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (tengah) diapit C. Holland Taylor dari CSCV (kiri) dan Syekh Abdurrahman al-Khayyat, Ketua Liga Muslim Dunia untuk Asia Tenggara dan Australia (kanan), mengeluarkan Komunike R20 di Hotel Hyatt Regency, Yogyakarta, Jumat, 4 November 2022). – Istimewa

Holland Taylor dan Jaringan Globalnya: Mengapa Ormas Indonesia Perlu Waspada

CakrawalaWorld.net — Dalam konteks dunia yang saling terkoneksi, sosok seperti Holland Taylor hadir sebagai aktor lintas batas yang membawa gagasan global ke ruang ormas nasional.

Jejak Taylor meliputi kerja sama panjang dengan tokoh NU sejak era Gus Dur, pendirian CSCV, serta keterlibatan dalam forum internasional seperti R20. Namun dokumen Wikileaks terkait kunjungan tokoh Islam ke Israel (2008) memberikan warna berbeda: ia beroperasi di wilayah diplomasi sensitif yang berkaitan dengan jaringan Yahudi internasional.

Di banyak negara, kolaborasi lintas agama lazim, tetapi di Indonesia isu Israel–Palestina memiliki resonansi besar. Tidak mengherankan jika publik menilai perlu adanya kewaspadaan terhadap kemungkinan infiltrasi ideologis.

Pencabutan penunjukan Taylor oleh Rais Aam PBNU menandai langkah pengamanan itu.
Sementara itu, KH Yahya Cholil Staquf menegaskan dirinya tidak memiliki afiliasi Zionis. (*)

READ  H3N2 Subclade K Terdeteksi, Indonesia Tingkatkan Kesiapsiagaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *