Israel Perkuat Koordinasi Militer AS, Konflik Iran Jadi Fokus Baru
Israel perkuat koordinasi militer AS setelah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Di tengah berakhirnya gencatan senjata, Tel Aviv mempercepat persiapan menghadapi kemungkinan pecahnya konflik baru di kawasan.
Israel perkuat koordinasi militer AS sebagai langkah lanjutan menyusul meningkatnya ketegangan dengan Iran. Setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gencatan senjata telah berakhir, pemerintah Israel meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan konflik kembali terjadi.
Media Israel melaporkan komunikasi antara militer Israel dan Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM terus berlangsung. Pertemuan koordinasi terbaru bahkan digelar pada akhir pekan lalu untuk membahas berbagai skenario apabila konfrontasi kembali pecah.
Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi keamanan yang dilakukan Tel Aviv setelah dua konflik sebelumnya pada Juni 2025 dan Februari 2026. Pengalaman dari dua perang itu digunakan sebagai dasar penyempurnaan strategi militer berikutnya.
Isu F-35 Turki dan Iran Jadi Perhatian Keamanan Israel
Selain memperkuat koordinasi dengan Amerika Serikat, Israel juga mencermati perkembangan kerja sama pertahanan Washington dengan Turki. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah kemungkinan penjualan jet tempur siluman F-35 kepada Ankara.
Menurut laporan Channel 12 Israel, badan keamanan negara tersebut menilai kepemilikan F-35 oleh Turki berpotensi mengurangi keunggulan udara Israel di kawasan Timur Tengah. Kondisi itu juga dinilai dapat memengaruhi ruang gerak operasi militer Israel di sejumlah wilayah strategis, termasuk Iran, Suriah, Lebanon, dan kawasan Mediterania timur.
Sementara itu, kunjungan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth ke Israel yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Rabu batal pada menit terakhir. Pembatalan tersebut terjadi ketika isu Iran masih menjadi agenda utama hubungan kedua negara.
Di sisi lain, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga menyoroti hubungan Amerika Serikat dengan Turki. Dalam wawancara yang dikutip media, Netanyahu menyampaikan pandangannya mengenai Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan serta perkembangan dinamika keamanan regional.
Secara faktual, laporan media Israel menyebut gesekan antara Israel dan Turki kini tidak hanya berkaitan dengan perbedaan politik. Perhatian lembaga keamanan juga meluas ke sejumlah aspek strategis yang dinilai berpengaruh terhadap situasi keamanan di Timur Tengah.











