Trump Akhiri Gencatan Senjata Iran, Israel Siaga Perang Ketiga
Trump akhiri gencatan senjata Iran dan memicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Israel menyatakan kesiapan bergabung dalam operasi militer bersama Amerika Serikat apabila pemerintah memberikan perintah.
Trump akhiri gencatan senjata Iran dan kembali meningkatkan tensi hubungan Amerika Serikat dengan Teheran. Keputusan tersebut disertai serangan militer Amerika Serikat ke wilayah selatan Iran di sekitar Selat Hormuz yang berlangsung di tengah prosesi pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pembicaraan dengan Iran tidak lagi menjadi prioritas. Menurutnya, Washington akan mengambil langkah sendiri setelah menilai upaya diplomasi tidak lagi memberikan hasil.
Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari Israel. Pemerintah di Tel Aviv menyatakan militer berada dalam kondisi siaga tinggi dan siap bergabung dalam operasi bersama Amerika Serikat apabila keputusan resmi dikeluarkan pemerintah.
Israel Tingkatkan Persiapan Hadapi Potensi Konflik Baru
Juru bicara militer Israel menyebut persiapan menghadapi kemungkinan perang kembali dilakukan sejak hari pertama gencatan senjata. Menurutnya, Israel tidak mempercayai komitmen Iran dan menganggapnya sebagai bagian dari strategi politik.
Sementara itu, media Walla melaporkan militer Israel terus menjalin koordinasi dengan Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM. Kedua pihak disebut membahas berbagai skenario apabila konfrontasi kembali terjadi dalam waktu dekat.
Secara faktual, Israel juga melakukan evaluasi terhadap dua konflik sebelumnya yang berlangsung pada Juni 2025 dan Februari 2026. Hasil evaluasi tersebut digunakan untuk memperbarui strategi operasi sekaligus menyiapkan target baru apabila perang kembali pecah.
Di sisi lain, rencana kunjungan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth ke Israel batal pada menit terakhir. Pembatalan itu terjadi ketika isu Iran masih menjadi agenda utama pembahasan kedua negara.
Selain perkembangan konflik dengan Iran, pemerintah Israel juga mencermati kemungkinan penjualan jet tempur siluman F-35 kepada Turki. Menurut laporan media Israel, langkah tersebut dinilai dapat memengaruhi keunggulan militer Israel di kawasan Timur Tengah serta berdampak pada kemampuan operasi di sejumlah wilayah strategis.











