Israel Eliminasi Ali Larijani, Peta Kekuatan Timur Tengah Terguncang
CakrawalaWorld.net — Dunia internasional dikejutkan dengan kabar tewasnya Ali Larijani, sosok paling berpengaruh di balik layar kekuasaan Iran, dalam serangan udara presisi Israel di Tehran pada Selasa, 17 Maret 2026.
Larijani, yang menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC), tewas bersama putranya Morteza dan kepala kantornya Alireza Bayat. Operasi “pemenggalan” ini juga merenggut nyawa Komandan Basij, Brigadir Jenderal Gholamreza Soleimani, di lokasi terpisah pada malam yang sama.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengonfirmasi keberhasilan eliminasi ini pada Selasa, 17 Maret 2026. “Larijani dan komandan Basij dieliminasi tadi malam dan bergabung dengan Khamenei, kepala program pemusnahan, di kedalaman neraka,” tegas Katz melalui pernyataan resmi yang dikutip Fox 7.
Pilar Diplomat Modern yang Runtuh
Ali Larijani dikenal sebagai figur cerdas dan pragmatis yang telah mendominasi panggung politik Iran selama empat dekade. Mantan Ketua Parlemen selama 12 tahun ini adalah otak di balik Perjanjian Nuklir JCPOA 2015 dan negosiator ulung yang disegani diplomat Barat.
Juru bicara militer IDF, Avichay Adraee, menyatakan pada 17 Maret 2026 bahwa Larijani adalah tokoh menonjol di puncak piramida rezim. “Kematiannya merupakan pukulan lebih lanjut terhadap kemampuan rezim Iran untuk mengelola aktivitas bermusuhan terhadap Negara Israel,” ujarnya sebagaimana dilaporkan Time.
Kematian Larijani menciptakan kevakuman kepemimpinan ganda di Tehran setelah gugurnya Ayatollah Ali Khamenei pada Februari lalu. Tanpa sosok konsensus seperti Larijani, Iran kini menghadapi krisis identitas kepemimpinan di tengah gempuran militer yang kian intensif.
Efek Domino pada Struktur Keamanan
Di sisi lain, tewasnya Gholamreza Soleimani diprediksi akan melumpuhkan koordinasi Basij, organisasi paramiliter beranggotakan 450.000 personel. Soleimani dihantam rudal saat berada di kamp tenda darurat setelah markas besar Basij hancur dalam serangan sebelumnya.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) melalui kantor berita Mehr pada Rabu, 18 Maret 2026 dini hari, memberikan penghormatan terakhir bagi Larijani. “Setelah seumur hidup berjuang demi kejayaan Iran dan Revolusi Islam, ia akhirnya menjawab panggilan kebenaran,” tulis pernyataan resmi SNSC.
Para analis memperingatkan bahwa hilangnya wajah internasional utama Iran ini justru akan menutup pintu negosiasi. Dunia kini mengantisipasi reaksi balasan dari IRGC yang telah bersumpah untuk menuntut balas atas kematian para pemimpin tertinggi mereka. ***










