pusat finansial IKN

Pusat Finansial IKN Sudah Disiapkan, Basuki Sebut Enam Bank Mulai Bangun Tahun Ini

Pusat finansial IKN kembali menjadi sorotan setelah Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa kawasan keuangan di Nusantara telah tersedia dan akan diisi enam perbankan besar.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, merespons pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Sebelumnya, Purbaya menyebut proyek tersebut kemungkinan tidak dibangun di IKN karena kawasan itu masih tergolong sepi.

Namun, Basuki menegaskan bahwa IKN saat ini sudah memiliki kawasan pusat keuangan. Menurutnya, pengembangan wilayah tersebut menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Saya nggak tahu itu, itu dari beliau, dari Pemerintah Pusat,” kata Basuki saat ditemui di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026).

Enam Bank Bersiap Masuk ke Kawasan Pusat Finansial IKN

Di sisi lain, Basuki menjelaskan bahwa sejumlah bank nasional telah mengambil bagian dalam pembangunan kawasan finansial Nusantara. Kawasan itu sementara diisi oleh anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan beberapa bank lainnya.

Oh sudah, sudah ada kawasannya. Yang sementara ini kan Himbara, himbara kan sudah ada di sana enam bank yang mau mulai bangun juga tahun ini. BTN, BNI, BRI, Mandiri, BCA, Kaltimtara,” ujarnya.

Secara faktual, Nusantara Financial Center dirancang berada di Wilayah Pengembangan Kedua IKN. Kawasan tersebut mencakup area seluas 252.000 hektare.

Sementara itu, distrik keuangan yang menjadi inti pusat bisnis akan menempati sekitar 260 hektare. Adapun keseluruhan kawasan bisnis dan finansial direncanakan membentang hingga 3.000 hektare.

Yang jadi sorotan, Basuki sebelumnya pernah menyampaikan bahwa konsep pusat finansial di IKN akan menyerupai Sudirman Central Business District (SCBD) di Jakarta. Kawasan itu diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi dan layanan keuangan di ibu kota baru.

Meski begitu, pernyataan berbeda datang dari Purbaya Yudhi Sadewa. Menteri Keuangan tersebut menilai pembangunan PFII di IKN masih menghadapi tantangan karena jumlah penduduk dan aktivitas di kawasan Nusantara belum terlalu ramai.

Sampai sekarang saya belum tahu. (IKN?) Mungkin nggak, terlalu sepi di IKN,” ujar Purbaya pada Kamis (2/7/2026).

Dalam konteks tersebut, keberadaan enam bank yang mulai membangun fasilitas di Nusantara menjadi salah satu indikator perkembangan kawasan finansial yang tengah dipersiapkan pemerintah.

Kendati demikian, keputusan terkait lokasi PFII tetap berada di tangan pemerintah pusat yang mengatur arah pengembangan sektor keuangan nasional.