Ramadan Ndalem Pojok

100 Pelajar Ikuti Binlat Ramadan di Ndalem Pojok

cakrawalaworld.net – Sebanyak 100 pelajar SMA, SMK, dan MAN se-Kabupaten Kediri mengikuti Bimbingan dan Pelatihan Karakter pada Ramadan di Ndalem Pojok, hasil kolaborasi Polres Kediri dan PIPJATBANG.

Kegiatan dipusatkan di Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara serta Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno, Kecamatan Wates. Ramadan dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk menguatkan mental, disiplin, dan wawasan kebangsaan generasi muda.

Energi kolaborasi tampak sejak awal kegiatan. Kepolisian, organisasi penguatan karakter, pesantren, dan unsur pemerintah daerah hadir dalam satu gerak.

Kolaborasi Ramadan di Ndalem Pojok

Polres Kediri menggandeng Perkumpulan Instruktur Penguatan Jati Diri Bangsa dalam merancang program pembinaan yang terstruktur. Sekitar seratus peserta terlibat aktif dalam setiap sesi.

Ketua Harian Situs Soekarno sekaligus Sekjen PIPJATBANG Pusat, R. Kushartono, S.M., menegaskan nilai strategis Ramadan dalam pembinaan karakter.

Melaksanakan pembinaan karakter di bulan penuh keberkahan tentu memiliki tantangan tersendiri. Namun justru melalui puasa, para peserta dilatih mengendalikan diri, memperkuat mental, dan menumbuhkan kesadaran spiritual,” ujarnya, 24 Februari 2026.

READ  Gunung Padang dalam Lanskap Peradaban Global: Indonesia Masuk Peta Diskursus Kuno

Dalam praktiknya, pelatihan tidak hanya membahas cinta tanah air. Peserta dibiasakan membangun tanggung jawab sosial dan pengendalian diri selama menjalankan ibadah puasa.

Dukungan Lintas Lembaga Perkuat Program

Yang menarik, kegiatan Ramadan di Ndalem Pojok ini juga mendapat dukungan dari Bakesbangpol, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, Kementerian Agama Kabupaten Kediri, hingga Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri.

Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji, menekankan pentingnya lingkungan pergaulan dalam membentuk masa depan generasi muda.

Dengan siapa kita berkumpul akan sangat memengaruhi masa depan. Lingkungan yang baik akan membentuk pola pikir, sikap, dan karakter yang baik pula,” tegasnya.

Salah satu peserta, Muhammad Ridho Fajar SW dari SMK Kertanegara Wates, mengaku merasakan pengalaman berbeda selama mengikuti kegiatan.

Awalnya saya kira biasa saja, tetapi ternyata suasananya berbeda. Ada nuansa sakral di rumah Soekarno yang membuat saya merasa lebih menghargai sejarah dan diri sendiri,” ungkapnya.

Ramadan di Ndalem Pojok menjadi panggung kolaborasi yang menyatukan aparat, komunitas karakter, pesantren, dan pemerintah daerah dalam satu gerak pembinaan generasi muda Kediri.

READ  Kediri Luncurkan BINLAT, Laboratorium Karakter Berbasis Situs Sejarah