kemacetan parah gilimanuk

Eksodus Mudik Bali: Antrean Gilimanuk Mengular Hingga 37 Kilometer

cakrawalaworld.net — Arus eksodus besar-besaran pemudik dari Pulau bali menuju Jawa memicu kemacetan luar biasa di jalur utama Kabupaten Jembrana dengan ekor antrean mencapai 37 kilometer pada Minggu, 15 Maret 2026.

Fenomena “double peak” yang mempertemukan gelombang mudik Lebaran 1447 H dengan tenggat waktu penutupan pelabuhan menjelang Nyepi menjadi motor utama terjadinya gridlock di gerbang barat pulau ini.

Ribuan kendaraan pribadi dan motor tampak memadati setiap ruas jalan, menciptakan pemandangan lautan logam yang nyaris tak bergerak sejak pagi hingga malam hari.

Dinamika Lapangan dan Respon Otoritas

Situasi yang kian memanas di jalur darat direspons cepat oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dengan melakukan eskalasi jumlah armada kapal guna mempercepat arus distribusi penumpang.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, memberikan update pada Minggu (15/3/2026) mengenai langkah darurat yang diambil untuk menjaga stabilitas penyeberangan.

“Saat ini, sebanyak 35 kapal dioperasikan secara nonstop selama 24 jam untuk melayani arus kendaraan dan penumpang dari Bali menuju Jawa,” jelas Windy Andale secara lugas.

READ  Gas Pol! Pemerintah Siapkan Strategi Digital Antisipasi Puncak Arus Balik 2026

Kombinasi pola operasional Tiba Bongkar Berangkat (TBB) dan penambahan armada menjadi strategi kunci untuk menekan waktu tunggu yang dilaporkan mencapai belasan jam bagi sebagian pemudik.

Aksi Sosial di Tengah Kepadatan

Di tengah kondisi yang melelahkan tersebut, unit TNI dari Koramil Yonif Mekanis 741 Negara mengambil inisiatif sosial untuk meringankan beban para pengguna jalan yang terjebak.

Kapten Infanteri I Made Sumerta, yang memimpin aksi tersebut pada Minggu (15/3/2026), menyampaikan bahwa bantuan logistik ringan diberikan kepada warga yang membutuhkan di sepanjang jalur 32 kilometer.

“Kami melakukan aksi sosial dengan memberikan minum kepada para sopir maupun penumpang yang terjebak kemacetan hingga 32 km dari pelabuhan Gilimanuk,” ujar Kapten Infanteri I Made Sumerta.

Kehadiran petugas di lapangan memberikan energi tambahan bagi para pemudik yang harus berjuang melawan panas dan kelelahan demi bisa sampai ke pelabuhan sebelum operasional dihentikan sementara. ***