Relawan Makan Bergizi Gratis di Sumsel Kini Dilindungi BPJS Kesehatan
Cakrawala World – BPJS Kesehatan Cabang Palembang memperluas perlindungan jaminan kesehatan bagi relawan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Selatan. Perlindungan tersebut diberikan melalui kerja sama dengan Yayasan Vieki Indira Sriwijaya yang menaungi 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Sumsel.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palembang Edy Surlis mengatakan kerja sama itu mulai dijalankan pada Mei 2026 untuk memastikan relawan MBG mendapatkan akses perlindungan kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Dalam praktiknya, ratusan relawan SPPG beserta anggota keluarganya didaftarkan sebagai peserta aktif JKN melalui skema peserta bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) kolektif.
“Ketika relawan MBG terlindungi JKN, maka mereka bisa bekerja lebih tenang,” ujar Edy Surlis di Palembang, Senin.
BPJS Kesehatan Lindungi Relawan Program Makan Bergizi Gratis
Perlindungan jaminan kesehatan tersebut mencakup berbagai jenis tenaga relawan yang terlibat dalam operasional program Makan Bergizi Gratis.
Mereka meliputi juru masak, asisten lapangan, petugas persiapan bahan makanan, tenaga pengolahan makanan, hingga petugas distribusi.
Tak hanya itu, petugas kebersihan, pencuci alat makan, serta tenaga keamanan juga masuk dalam kepesertaan JKN kolektif tersebut.
Yang jadi sorotan, BPJS Kesehatan menilai perlindungan kesehatan tidak hanya penting bagi pekerja formal, tetapi juga relawan pelayanan sosial yang bekerja langsung di tengah masyarakat.
Dalam konteks tersebut, relawan MBG dinilai memiliki peran penting dalam memastikan distribusi makanan bergizi berjalan aman dan tepat waktu setiap hari.
Relawan MBG Bisa Akses Layanan Kesehatan dan Rawat Inap
Dengan kepesertaan aktif JKN, relawan MBG dapat memanfaatkan layanan kesehatan mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas hingga rujukan rumah sakit kelas III.
Iuran program tersebut ditetapkan sebesar Rp35 ribu per orang setiap bulan.
Menurut Edy, keberadaan perlindungan kesehatan menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan pelayanan pemenuhan gizi di lapangan.
Di sisi lain, relawan yang bekerja dalam distribusi makanan bergizi disebut memiliki aktivitas harian yang cukup padat sehingga membutuhkan jaminan perlindungan kesehatan yang memadai.
Dengan kepesertaan JKN yang aktif, relawan juga dapat memperoleh akses pengobatan lebih cepat tanpa harus terbebani biaya kesehatan mendadak.
“Akses pelayanan kesehatannya terjamin termasuk untuk anggota keluarganya,” kata Edy.
Program Perlindungan Relawan Dinilai Perkuat Layanan Gizi
Dalam perkembangan selanjutnya, BPJS Kesehatan berharap perlindungan terhadap relawan dapat mendukung stabilitas pelayanan program Makan Bergizi Gratis di Sumatera Selatan.
Secara garis besar, keberlangsungan program MBG sangat bergantung pada kesiapan tenaga relawan yang bekerja setiap hari dalam proses pengolahan hingga distribusi makanan.
Yang patut dicatat, kerja sama antara BPJS Kesehatan dan yayasan pengelola SPPG juga menjadi bagian dari perluasan perlindungan sosial bagi kelompok pekerja nonformal.
Dalam praktiknya, skema kepesertaan kolektif dinilai mempermudah relawan memperoleh jaminan kesehatan secara lebih terstruktur.
Tak berhenti di situ, perlindungan bagi relawan juga diharapkan mampu menjaga kualitas layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat penerima manfaat program MBG di berbagai wilayah Sumatera Selatan.










