Perampokan Alfamart Tulungagung

Komplotan Jebol Alfamart Ditangkap Polisi di Tulungagung

cakrawala world – Kasus pencurian dengan modus jebol tembok di minimarket Alfamart di Tulungagung berhasil diungkap polisi. Komplotan pelaku kini telah ditangkap setelah terlibat dalam serangkaian aksi yang merugikan puluhan juta rupiah.

Penangkapan dilakukan oleh Satreskrim Polres Tulungagung setelah penyelidikan atas beberapa kejadian pencurian di wilayah tersebut. Polisi memastikan pelaku berjumlah lebih dari satu orang dan seluruhnya merupakan warga sipil.

Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Andi Wiranata Tamba menyatakan pihaknya masih mengembangkan kasus ini. “Jumlah pastinya belum bisa kami sampaikan karena masih pengembangan,” ujarnya.

Modus Jebol Tembok Minimarket

Dalam menjalankan aksinya, komplotan ini menggunakan metode menjebol tembok bangunan minimarket. Cara ini dipilih untuk menghindari akses utama yang umumnya dilengkapi pengamanan.

Setelah berhasil masuk, pelaku langsung mengambil berbagai barang dagangan yang mudah dijual kembali. Barang yang diincar antara lain rokok, susu bayi, dan kosmetik.

Dalam praktiknya, metode ini memungkinkan pelaku beraksi tanpa menarik perhatian di bagian depan toko. Hal ini menjadi salah satu faktor keberhasilan aksi mereka.

READ  Kayu Gelondongan Sumut: Fenomena Lokal yang Bergema di Ruang Global

Lokasi Aksi dan Kerugian

Berdasarkan hasil penyelidikan, komplotan ini terlibat dalam dua aksi pencurian di wilayah berbeda. Lokasi tersebut berada di Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, dan Doroampel, Kecamatan Sumbergempol.

Kerugian akibat dua kejadian tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp92,6 juta. Nilai tersebut berasal dari barang-barang yang berhasil dibawa kabur oleh pelaku.

Di sisi lain, polisi masih mendalami kemungkinan adanya lokasi lain yang menjadi target komplotan ini.

Asal Pelaku dan Penangkapan

Penangkapan terhadap pelaku dilakukan di luar wilayah Tulungagung. Hal ini menunjukkan bahwa komplotan tersebut berasal dari luar kota.

Polisi juga menegaskan bahwa para pelaku tidak memiliki keterkaitan dengan institusi militer. Pernyataan ini disampaikan untuk menepis spekulasi yang sempat muncul di masyarakat.

Pengembangan Kasus oleh Kepolisian

Saat ini, penyidik masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jumlah pasti pelaku dan jaringan yang terlibat. Proses ini mencakup kemungkinan keterlibatan dalam aksi serupa di daerah lain.

Dalam konteks ini, polisi berupaya mengumpulkan bukti tambahan serta menelusuri jejak aktivitas komplotan.

READ  Eksistensi Lailatul Qadar: Ribuan Jamaah Shiddiqiyyah Berkumpul di Jombang

Dengan kata lain, kasus ini belum sepenuhnya selesai dan masih berada dalam tahap pendalaman.