Candi Borobudur - Wikipedia.

Borobudur: Titik Pertemuan Teknik, Alam, dan Kosmos di Jantung Asia Tenggara

CakrawalaWorld.net — Borobudur berdiri dalam lanskap global arsitektur kuno sebagai monumen yang mengekspresikan dialog antara manusia dan alam. Laporan Kemdikbud (2013) menunjukkan bahwa bukit tempatnya berdiri dipahat menjadi struktur inti—sebuah pendekatan geo-arsitektur yang juga ditemukan di beberapa situs Asia dan Pasifik.

Dua juta balok andesit dengan sistem interlock menjadikan Borobudur kompatibel dengan kondisi seismik Asia Tenggara. Relief dan arca yang dipahat presisi menempatkannya dalam jaringan seni Buddhis lintas kawasan.

Drainase internal Borobudur bekerja bersama ekologi Sungai Progo–Elo, mencerminkan integrasi teknik dan hidrologi yang ditemukan pula pada situs-situs air kuno di Asia Selatan. “Borobudur berada dalam cekungan bejana alami,” kata Dwita Hadi Rahmi (UGM).

Orientasi Merapi–Sumbing dan titik solstis memperlihatkan bahwa masyarakat masa itu membaca langit dan ruang sama pentingnya. Di banyak belahan dunia, pendekatan seperti ini menjadi dasar arkeoastronomi.

Borobudur adalah simpul pengetahuan yang menghubungkan Nusantara dengan lanskap global. (*)

READ  Gunung Padang dalam Lanskap Peradaban Global: Indonesia Masuk Peta Diskursus Kuno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *