Gunung Ibu 500 Meter

Gunung Ibu Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 500 Meter

cakrawalaworld.net – Gunung Ibu erupsi pada Senin (16/2/2026) pukul 02.10 WIT dengan kolom abu mencapai 500 meter di atas puncak. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tinggi kolom abu setara 1.825 meter di atas permukaan laut. Erupsi ini terekam jelas melalui sistem pemantauan MAGMA Indonesia.

Peristiwa terjadi saat sebagian besar wilayah sekitar masih dalam suasana dini hari. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya.

Rekaman seismograf menunjukkan amplitudo maksimum 20 milimeter dengan durasi 51 detik. Durasi tersebut menandakan pelepasan energi berlangsung singkat namun terukur.

Parameter Teknis Erupsi 16/2/2026

Mengacu pada laporan kegempaan pukul 00.00-23.59 WIT, tercatat 106 kali gempa letusan pada hari yang sama. Amplitudo berada pada rentang 15-28 milimeter dengan lama gempa 35-64 detik.

Selain itu, tercatat 2 kali gempa hembusan dengan amplitudo 4-8 milimeter. Durasi gempa hembusan berlangsung 31-37 detik.

Tak berhenti di situ, 8 kali gempa harmonik juga terdeteksi dengan amplitudo 2-14 milimeter. Lama gempa harmonik tercatat 32-90 detik.

READ  Deforestasi Kalimantan–Papua Meledak: Indonesia Masuk Zona Risiko Tinggi

Data ini memperlihatkan aktivitas vulkanik yang konsisten dalam rentang 24 jam. Artinya, erupsi pukul 02.10 WIT bukan kejadian tunggal pada hari itu.

Status Aktivitas dan Arah Sebaran Abu

PVMBG menetapkan tingkat aktivitas Gunung Ibu pada Level II (Waspada). Status ini menunjukkan peningkatan aktivitas di atas normal.

Arah sebaran abu ke barat daya menjadi parameter penting. Dalam praktiknya, arah angin sangat memengaruhi distribusi abu vulkanik di lapangan.

Rekomendasi resmi menyebutkan larangan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Perluasan sektoral hingga 3,5 kilometer diberlakukan ke arah bukaan kawah bagian utara.

Secara faktual, Gunung Ibu termasuk salah satu gunung api paling aktif sepanjang 2026. Data nasional MAGMA Indonesia mencatat ratusan letusan terjadi hingga pertengahan Februari.

Erupsi dini hari 16/2/2026 menambah daftar aktivitas tersebut. Yang jadi sorotan, seluruh parameter teknis terekam lengkap. Mulai dari tinggi kolom abu, amplitudo, hingga durasi getaran.

Bagi sistem pemantauan vulkanik, angka-angka ini menjadi dasar analisis lanjutan. Sementara itu, status Level II tetap berlaku sesuai evaluasi terkini.

READ  Din dan Savic Serukan Evaluasi WIUP, Dorong NU–Muhammadiyah Prioritaskan Mitigasi Risiko