OTT Bea Cukai: John Field dan Skema Jalur Impor PT Blueray
cakrawalaworld.net – Operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membuka mekanisme teknis manipulasi jalur impor yang melibatkan PT Blueray dan pemiliknya, John Field. Fakta penyidikan menunjukkan bahwa skema ini bekerja melalui rekayasa sistem kepabeanan, bukan sekadar transaksi uang secara terpisah.
OTT yang digelar pada 4/2/2026 di Jakarta dan Lampung menandai terbongkarnya pengaturan jalur impor sejak Oktober 2025. Intinya, barang impor berisiko tinggi diduga diarahkan agar lolos tanpa pemeriksaan fisik.
Mekanisme Jalur Hijau dan Jalur Merah
Dalam sistem kepabeanan Indonesia, jalur impor dibagi menjadi jalur hijau dan jalur merah. Jalur hijau memungkinkan barang keluar tanpa pemeriksaan fisik. Jalur merah mewajibkan pemeriksaan menyeluruh oleh petugas Bea Cukai.
Pada praktiknya, penentuan jalur dilakukan melalui sistem targeting berbasis parameter risiko. Namun pada titik ini, penyidik menemukan adanya intervensi manual terhadap parameter tersebut.
Rekayasa Parameter Sistem
Berdasarkan data KPK, seorang pegawai Bea Cukai menerima perintah dari atasan langsung untuk menyesuaikan parameter jalur merah. Penyesuaian itu dilakukan dengan menyusun rule set pada angka 70 persen.
Rule set tersebut kemudian dikirim dari Direktorat Penindakan dan Penyidikan ke Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai. Setelah dimasukkan ke mesin targeting, sistem secara otomatis mengubah jalur pemeriksaan impor tertentu.
Peran PT Blueray dalam Skema Impor
Dengan pengaturan parameter tersebut, barang milik PT Blueray diduga tidak melalui pemeriksaan fisik meskipun seharusnya masuk jalur merah. Secara faktual, kondisi ini memungkinkan barang palsu atau ilegal masuk ke wilayah Indonesia tanpa pengecekan petugas.
Di lapangan, mekanisme ini bekerja berulang. Artinya, skema tidak bersifat insidental, melainkan dirancang agar berjalan konsisten dalam periode tertentu.
Aliran Uang sebagai Penguat Skema
Tak hanya pengaturan sistem, KPK juga mengungkap adanya aliran uang dari pihak PT Blueray kepada oknum Bea Cukai. Penyerahan uang dilakukan beberapa kali dalam periode Desember 2025 hingga Februari 2026.
Uang tersebut disebut sebagai “jatah” bulanan. Fungsinya memperkuat keberlangsungan skema jalur impor yang telah diatur sebelumnya.
Dinamika OTT dan Pengembangan Penyidikan
OTT bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai pengondisian jalur impor. Dari 17 orang yang diamankan, enam ditetapkan sebagai tersangka, termasuk John Field dan sejumlah pejabat Bea Cukai.
Meski begitu, KPK menegaskan penyidikan masih terus berjalan. Penyidik menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain serta dampak lebih luas dari manipulasi sistem impor tersebut.










