Era Baru OJK, Friderica Widyasari Dewi Gebrak Pasar Modal Global
cakrawalaworld.net — Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A., resmi mengukir sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031 pada Kamis (12/3).
Pengesahan dalam Rapat Paripurna DPR RI ini menjadi sinyal kuat kebangkitan otoritas keuangan Indonesia pasca guncangan pasar modal pada awal tahun. Sosok energik yang akrab disapa Kiki ini kini memegang kemudi utama untuk membawa sektor jasa keuangan nasional terbang lebih tinggi di kancah global.
Misi Besar Menembus Standar Transparansi Dunia
Tantangan utama kepemimpinan baru ini adalah menjawab peringatan keras dari Morgan Stanley Capital International terkait transparansi data saham publik. Indonesia saat ini berpacu dengan waktu hingga Mei 2026 untuk membuktikan bahwa data kepemilikan saham di bursa benar-benar akurat dan terbuka.
Langkah ini sangat krusial agar status pasar berkembang Indonesia tidak melorot menjadi pasar frontier yang lebih terbatas akses investornya. Pemerintah memandang krisis kepercayaan ini sebagai pertaruhan harga diri bangsa yang harus segera dipulihkan melalui aksi nyata otoritas bursa.
Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, dalam forum ASEAN Climate Forum di BEI pada 11 Februari 2026, menegaskan sikap tegas pemerintah. “Presiden Prabowo sangat marah. Beliau marah dengan apa yang terjadi minggu lalu, terutama dengan kehormatan negara kita yang dipertaruhkan,” ujar Hashim.
Transformasi Digital dan Pengawasan Modern
Komisi XI DPR RI meyakini bahwa jajaran baru OJK memiliki kapasitas modern untuk melakukan perubahan fundamental pada sistem pengawasan pasar modal. Fokus utama kini diarahkan pada pengungkapan Pemilik Manfaat Akhir emiten guna menjamin keadilan bagi seluruh investor, baik domestik maupun mancanegara.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, memberikan penegasan usai rapat di Gedung DPR RI pada Rabu (11/3). “Hari ini Komisi XI telah memutuskan hasil fit and proper test calon anggota Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031. Pilihan-pilihan itu berdasarkan kemampuan, kapasitas, dan kompetensi yang mereka miliki,” jelasnya.
Dengan pengalaman internasional yang luas di OECD dan FinCoNet, Friderica diharapkan membawa perspektif global yang segar ke dalam regulasi nasional. Visi kepemimpinan yang progresif ini menjadi tumpuan harapan bagi masa depan industri keuangan yang lebih transparan, dinamis, dan berdaya saing tinggi.










