pakar AI robotika China

China Rekrut Pakar AI Robotika Dunia untuk Perkuat Riset Nasional

Cakrawala World – China memperkuat strategi pengembangan kecerdasan buatan dengan merekrut pakar AI robotika kelas dunia, Su Hao, yang kini tercatat sebagai profesor dan pembimbing doktoral di Universitas Fudan, Shanghai.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa China terus mendorong akuisisi talenta global dalam bidang teknologi strategis, khususnya AI terapan untuk robotika. Nama Su Hao muncul dalam daftar 322 pembimbing doktoral yang dirilis pada 31 Maret.

Yang jadi sorotan, kepindahan ini mengakhiri spekulasi yang telah beredar sejak Oktober lalu mengenai kembalinya ilmuwan tersebut ke China setelah berkarier di Amerika Serikat.

Rekam Jejak Akademik dan Riset Berpengaruh

Sebelumnya, Su Hao merupakan profesor madya tetap di University of California San Diego (UCSD) dan pendiri perusahaan robotika AI Hillbot. Ia dikenal luas melalui riset tentang embodied AI, yaitu kecerdasan buatan yang terintegrasi dalam sistem robot.

Berdasarkan Google Scholar, karya ilmiahnya telah dikutip lebih dari 145.000 kali. Angka ini menempatkannya sebagai salah satu peneliti paling berpengaruh di bidang AI global.

READ  MacBook Neo Hadir dengan Layar Liquid Retina 13 Inci

Dalam wawancara sebelumnya, ia mengungkapkan ketertarikannya pada AI muncul sejak usia muda.

Ketertarikan saya pada AI mulai muncul saat SMP,” ujarnya.

Perjalanan akademiknya dimulai dari Universitas Penerbangan dan Antariksa Beijing pada 2002. Ia kemudian melanjutkan studi doktoral di bidang matematika terapan sebelum terlibat dalam proyek ImageNet saat program pertukaran di Universitas Princeton.

Yang menarik, ImageNet menjadi fondasi penting dalam perkembangan pembelajaran mendalam modern. Proyek ini mempercepat kemajuan visi komputer secara signifikan dalam waktu singkat.

Kontribusi dalam Pengembangan AI Robotika

Pada tahap berikutnya, Su Hao melanjutkan studi doktoral kedua di Universitas Stanford di bawah bimbingan Li Fei-Fei. Di sinilah ia semakin memperdalam riset AI, khususnya pada visi komputer dan robotika.

Bahkan lebih jauh, ia telah menjadi pelopor dalam pengembangan sistem simulasi interaksi manusia dan robot. Pada 2020, timnya menciptakan platform SAPIEN yang memungkinkan simulasi realistis dalam lingkungan virtual.

Setahun kemudian, ia menginisiasi kompetisi ManiSkill berbasis SAPIEN untuk mengukur kemampuan robot dalam berbagai skenario operasional. Inisiatif ini menjadi acuan dalam evaluasi embodied AI.

READ  SKB 7 Menteri dan Batas Baru Pemanfaatan Ai di Ruang Kelas

Pada 2025, ia juga terlibat sebagai ketua program konferensi Computer Vision and Pattern Recognition (CVPR). Ia turut menerima penghargaan Peneliti Muda CVPR serta Frontiers of Science di China.

Strategi China Perkuat Talenta Teknologi

Dalam konteks ini, perekrutan Su Hao mencerminkan langkah strategis China dalam membangun ekosistem AI berbasis talenta unggul. Di sisi lain, perusahaan yang ia dirikan, Hillbot, juga fokus pada aplikasi industri seperti manufaktur, logistik, dan ritel.

Yang kerap luput diperhatikan, penguatan sektor AI tidak hanya bergantung pada infrastruktur teknologi, tetapi juga pada sumber daya manusia dengan kapasitas riset tinggi.

Dengan kata lain, kehadiran ilmuwan seperti Su Hao menjadi bagian dari upaya mempercepat inovasi dan memperkuat posisi China dalam persaingan global teknologi AI.