Sahroni kritik Hotman Paris

Sahroni Kritik Hotman Paris Bawa Nama Prabowo Dalam Kasus Febrie

Sahroni kritik Hotman Paris karena menyeret nama Presiden Prabowo Subianto dalam pembelaan terhadap mantan Jampidsus Febrie Ardiansyah.

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta Hotman Paris tidak mengaitkan Presiden dengan proses hukum yang berjalan. Ia menilai langkah itu bisa membentuk kesan bahwa Prabowo ikut terlibat dalam penanganan perkara.

Menurut Sahroni, Presiden sejak awal menunjukkan komitmen kuat terhadap pemberantasan korupsi. Karena itu, seluruh pihak perlu menghormati jalur hukum tanpa memakai nama Kepala Negara.

Bang Hotman Paris gak usah bawa-bawa nama Presiden, seolah nanti Presiden dilibatkan dalam penegakan hukum,” kata Sahroni, Minggu, 19 Juli 2026.

Polri dan Kejagung Diminta Tuntaskan Kasus Transparan

Sahroni menegaskan Polri dan Kejaksaan Agung sudah sepakat menangani kasus Febrie secara adil. Kedua lembaga juga berkomitmen membuka proses tersebut secara transparan.

Bendahara Umum DPP NasDem itu menolak narasi yang menempatkan Prabowo dalam pusaran perkara. Ia yakin Presiden tidak berkenan ketika orang memakai namanya untuk memperkuat pembelaan hukum.

Sebelumnya, Hotman menyebut perkara Febrie sebagai bentuk kriminalisasi. Ia menyampaikan pernyataan itu di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jumat malam, 17 Juli 2026.

Hotman mengaku membela mantan Jampidsus tersebut tanpa mengharapkan bayaran. Ia bahkan menyebut tarif jasanya sangat mahal dan Febrie tidak mungkin membayarnya.

Pengacara itu kemudian menjelaskan hubungannya dengan Prabowo selama 25 tahun. Ia mengklaim pernah menangani perkara besar Prabowo dan Hashim Djojohadikusumo.

Dalam pembelaannya, Hotman menyebut Febrie sebagai pejabat berprestasi. Ia menyinggung pengembalian kerugian negara Rp 130 triliun dan hasil Satgas PKH Rp 300 triliun.

Bagi Hotman, capaian itu memperlihatkan posisi Febrie dalam agenda penyelamatan aset negara. Karena itu, ia menyebut kondisi kliennya memprihatinkan.

Total Rp 430 triliun itu, menurut Hotman, membuat Febrie menjadi sosok yang Presiden banggakan. Ia lalu mempertanyakan proses yang disebutnya berlangsung tanpa pamit kepada Prabowo.