Dapen bumn

Langkah Berani Kejagung Bongkar Mafia Investasi di Dana Pensiun BUMN

CakrawalaWorld.net — Kejaksaan Agung terus bergerak energik membongkar jaringan korupsi Dana Pensiun (Dapen) BUMN yang telah merugikan negara dalam skala masif. Hingga Februari 2026, penyidik Jampidsus telah menetapkan tersangka baru dari sektor swasta berinisial S, yang menjabat sebagai Direktur Utama PT UP. S diduga kuat menjadi arsitek di balik skema investasi bodong yang menyasar dana hari tua pekerja di berbagai perusahaan plat merah seperti Pelindo dan Bukit Asam.

Modus operandi yang digunakan tersangka tergolong modern namun destruktif, yakni memanipulasi harga saham atau “gorengan” untuk menarik dana kelolaan Dapen ke aset yang tidak memiliki fundamental kuat. Sebagai imbalannya, tersangka mendapatkan aliran dana ilegal sebagai komisi. “Kami tidak akan berhenti pada internal BUMN. Pihak swasta sebagai bohir investasi ini menikmati keuntungan terbesar dari menyusutnya hak pensiunan,” ujar Kuntadi, Direktur Penyidikan Jampidsus, pada Desember 2025.

Transformasi Pengawasan di Era Digital

Skandal ini menjadi momentum penting bagi transformasi pengawasan investasi di Indonesia. Berdasarkan laporan audit investigatif BPKP yang diserahkan Menteri BUMN Erick Thohir, ditemukan bahwa 70% Dapen BUMN dalam kondisi tidak sehat. Erick dalam wawancara Januari 2026 menegaskan bahwa pembersihan ini adalah harga mati. “Siapa pun yang mengganggu hak pensiunan akan kami sikat, tanpa pandang bulu,” tegasnya dalam semangat reformasi birokrasi yang lebih bersih.

READ  SEA Games 2025: Prestasi Regional dan Dinamika di Baliknya

Daftar tersangka kini kian panjang, melibatkan eks petinggi DP4 seperti EWI dan KAM, serta makelar tanah MS. Valuasi kerugian yang diprediksi mencapai Rp1 triliun menuntut penyidik untuk bekerja ekstra luas dalam menyita aset para tersangka. Penegakan hukum yang tegas ini diharapkan memberikan efek jera bagi para pelaku pasar modal agar tidak lagi bermain-main dengan dana publik, sekaligus memastikan masa depan para pensiunan tetap terlindungi di tengah dinamika ekonomi global. (*)