Dinamika Bharat Bandh: Ekspansi Gerakan Massa di Era Modernisasi India
CakrawalaWorld.net — Gelombang protes masif “Bharat Bandh” secara serentak menyapu lebih dari 600 distrik di India pada 12 Februari 2026, menandai perlawanan terbesar tahun ini terhadap kebijakan ekonomi pemerintah. Gerakan yang diinisiasi oleh 10 Serikat Buruh Pusat (CTU) dan Samyukt Kisan Morcha (SKM) ini mencerminkan dinamika masyarakat yang sangat aktif dalam merespons arah pembangunan nasional.
Isu sentral yang diangkat adalah modernisasi hukum ketenagakerjaan melalui 4 Kode Tenaga Kerja dan kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat. Buruh dan petani menganggap perubahan ini berisiko melemahkan posisi tawar mereka di tengah pasar yang semakin terbuka. Sejak pukul 00.00 IST, denyut ekonomi di beberapa negara bagian seperti Odisha dan Assam melambat signifikan seiring terhentinya transportasi umum.
“Setidaknya 30 crore pekerja berpartisipasi hari ini,” ujar Amarjeet Kaur dari AITUC pada 12 Februari 2026. Ia menekankan bahwa ini adalah aksi kolektif untuk memastikan pembangunan tidak meninggalkan hak-hak dasar pekerja. Sektor industri otomotif di Tamil Nadu hingga pertambangan di Jharkhand turut merasakan dampak dari penghentian operasional sebagian akibat aksi tersebut.
Visi Pemerintah dan Kontestasi Gagasan
Di panggung diplomasi ekonomi, Menteri Piyush Goyal pada 11 Februari 2026 menyatakan bahwa langkah pemerintah adalah upaya berani untuk membawa India ke level yang lebih luas dalam perdagangan dunia. Ia menjamin sektor-sektor krusial tetap aman dari tekanan impor. Namun, Hannan Mollah dari SKM dengan tegas menyebut kebijakan tersebut sebagai ancaman bagi eksistensi petani lokal dalam konferensi pers di New Delhi.
Sementara aksi “Chakka Jam” atau pemblokiran jalan terjadi di pinggiran New Delhi, layanan esensial seperti kesehatan tetap terjaga sesuai kode etik organisasi. Fenomena ini menunjukkan betapa luasnya jangkauan gerakan sosial di India yang mampu mengoordinasikan jutaan orang demi menyuarakan aspirasi terhadap struktur ekonomi global yang kian kompleks. *










