Gedung KPK

Kasus Haji Berlarut, Sorotan Internasional Kian Menguat

CakrawalaWorld.net — Lambatnya penyidikan korupsi kuota haji tambahan 2024 memunculkan perhatian dari komunitas global yang mengikuti dinamika tata kelola haji di berbagai negara.

Keterlambatan dianggap mengganggu narasi modernisasi sistem.

Peneliti SAKSI Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah, menilai lambatnya proses menghambat kepercayaan publik.

Kalau lambat, dampaknya pada pengelolaan dana haji,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).

Ia menilai ketidakjelasan hukum memunculkan persepsi negatif lintas negara.

Langkah pencekalan dan penyitaan aset belum cukup memperkuat narasi transparansi.

Herdiansyah menilai lembaga pengelola baru ikut terdampak atmosfer keraguan.

Ia mengingatkan masalah lama harus dibereskan untuk menjaga kesan kemajuan.

Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo, menyoroti risiko hilangnya bukti.

Harus ada deadline,” kata Yudi, Kamis (27/11).

Ia menilai lambannya status eks Menag Yaqut menambah kebingungan publik.

Unsur Tipikor terlihat,” ujarnya.

Yudi menekankan pentingnya penetapan tersangka yang jelas.

Ia menilai pencekalan tiga orang belum cukup menjelaskan aktor utama.

Ia membuka kemungkinan adanya pihak lain.

KPK menyebut dokumen penting hilang saat penggeledahan Maktour Travel.

READ  Kerugian Negara Rp 622 Miliar, KPK Fokus Asset Recovery

Dokumen itu terkait agen travel penerima kuota tambahan.

Plt Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur, menyebut perkara ini kompleks.

Ia menyebut verifikasi dilakukan di berbagai provinsi.

Namun pengamat menilai lambatnya proses tetap menahan kepercayaan publik global.

Di dunia internasional, penyelenggaraan haji menjadi isu sensitif.

Negara lain menilai bagaimana Indonesia menata integritas proses.

Narasi global menuntut kejelasan hukum yang tegas.

Jika masalah tidak tuntas, citra Indonesia sebagai pusat layanan haji ikut terdampak.

Ketuntasan kasus menjadi indikator kesiapan Indonesia memasuki era tata kelola modern.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *